Diskusi Masalah Pendidikan, Staf Ahli Mendikbud RI Temui Komisi V DPR Papua | Pasific Pos.com

| 15 November, 2018 |

Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, James Modouw didampingi Waket Komisi V DPR Papua, Maria Duwitauw, Sekretaris Komisi V, Natan Pahabol dan anggota, Bobirus Yikwa memberikan keterangan, di ruang rapat Komisi V DPR Papua, Jumat (2/11/18). Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, James Modouw didampingi Waket Komisi V DPR Papua, Maria Duwitauw, Sekretaris Komisi V, Natan Pahabol dan anggota, Bobirus Yikwa memberikan keterangan, di ruang rapat Komisi V DPR Papua, Jumat (2/11/18).

Diskusi Masalah Pendidikan, Staf Ahli Mendikbud RI Temui Komisi V DPR Papua

Pendidikan & Kesehatan Written by  Senin, 05 November 2018 00:06 0
Rate this item
(0 votes)

 

Jayapura, - Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Bidang Hubungan Pusat dan Daerah, James Modouw menemui Komisi V DPR Papua guna membicarakan masalah pendidikan di Papua, Jumat (2/11/18).

“Ya, kita menyoroti pendidikan di Papua, terutama aspek guru. Bagaimana profil guru yang baik, tata kelola guru dan melihat urusan wajib dalam pengelolaan guru di Indonesia dan bagaimana di Papua,“ kata James Modouw kepada sejunlah Wartawan usai pertemuan.


Sehingga, kata James Modouw, banyak anggota DPR Papua mendapatkan banyak pencerahan mengenai bagaimana tata kelola guru, yang selama ini menjadi polemik di Papua.


Bahkan James Modouw mengakui, pertama melihat pendidikan itu adalah fokus mengurus anak atau murid, tetapi di pertengahan terlihat bahwa anak tidak bisa terselesaikan jika masalah guru tidak pernah diselesaikan.


Menurut, James Modouw, urusan guru itu sangat penting, sehingga diharapkan jangan sampai terlena mengurus guru, kemudian melupakan karena harus menyelamatkan anak-anak yang belum menjadi angkatan kerja produktif.


"Sekalipun mereka menuntut hak, tetapi jangan mengorbankan kewajibannya, karena kewajibannya adalah hak anak-anak. Jadi, tetap menuntut hak, tapi selamatkan hak anak-anak kita karena mereka punya masa depan, tergantung bagaimana kita mengelola mereka,“ tekannya.


Selain itu, dalam pertemuan itu juga membahas masalah strategi pembiayaan untuk diupayakan ke depan dalam mengelola pendidikan di Papua.


Tidak hanya itu kata James Modouw, juga melihat urusan mulai dari desa yang sementara ini kekuatan anggaran sudah sangat mantap, sehingga dapat urusan mengelola pendidikan, termasuk kabupaten dan provinsi menyelesaikan urusannya.


“Ini kita bisa lihat bagaimana sumber daya manusia kita giring ke depan, agar punya kualitas dan daya saing yang tinggi,“ paparnya.


Sebab James Modouw, saat ini memasuki era dimana teknologi mengambil alih seluruh profesi, sehingga banyak pekerjaan mengalami perubahan.


“Banyak job-job akan hilang karena kita memasuki era teknologi yang disebut revolusi teknologi generasi empat. Ini perubahan fundamental, dimana semua tatanan sosial masyarakat akan mengalami perubahan karena teknologi. Untuk itu, perlu disiapkan kerangka besar membangun SDM dalam aspek tangungjawab legislasi, budgeting dan kontrol di Papua. Jadi jangan sampai anak Papua jadi korban dimakan oleh kemajuan teknologi yang sangat besar perubahannya,“ tandas James Modouw.


Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR Papua, Maria Duwitauw mengapresiasi atas kunjugan staf ahli Menteri Pendidikan ke Komisi V DPR Papua.


Sebab kata Maria, dari hasil diskusi itu pihaknya mendapat pencerahan mengenai pendidikan menyangkut tugas pokok dan fungsi anggota DPR Papua.


"Dari hasil diskusi ini, ternyata banyak sekali pencerahan yang kami dapatkan. Kami akan bicarakan di intern komisi dan selanjutnya kami akan sosialisasikan ini ke kabupaten/kota,“ tutup Maria Duwitauw. (TIARA)

Read 56 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.