Dugaan Penyuapan DAK Tahun Anggaran 2017 | Pasific Pos.com

| 18 November, 2018 |

Dugaan Penyuapan DAK Tahun Anggaran 2017

Papua Barat Written by  Sabtu, 03 November 2018 10:10 0
Rate this item
(0 votes)

Diperiksa Penyidik KPK, Bupati Pegaf Mengaku Tidak Kasih Uang dari APBD



Manokwari, TP – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa 14 orang terkait dugaan penyuapan guna memuluskan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2017. Dari ke-14 orang itu, salah satu saksi yang diperiksa KPK, yakni Bupati Pegunungan Arfak (Pegaf), Yosias Saroy.

Setelah seminggu berlaku usai proses pemeriksaan di Polres Manokwari, Sowi Gunung, Bupati pun memberikan klarifikasi terkait pemeriksaan tersebut. Diungkapkan Saroy, pemeriksaan itu terkait adanya indikasi penyuapan DAK Tahun Anggaran 2017.

“Saya klarifikasi hal ini supaya jangan masyarakat menilai kami korupsi. Biasanya kalau ada pemeriksaan seperti itu, pasti masyarakat kami sudah berpikir kami korupsi,” ujar Saroy, sebelum membacakan kata sambutan pada acara pelantikan Badan Pengurus Ikatan Perempuan Arfak (IPA) Kabupaten Pegaf di Aula Prajab, Ullong, Kabupaten Pegaf, Jumat (2/11).

Diungkapkan mantan anggota DPR Provinsi Papua Barat ini, klarifikasi ini disampaikan untuk semua masyarakat, terutama Kepala Suku Besar Arfak yang kini menjabat Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan.

Ia mengungkapkan, dengan adanya dugaan penyuapan ini, pihaknya diminta penyidik KPK untuk mengklarifikasi, apakah benar ada dugaan penyuapan atau tidak.

“Pertanyaan bertubi-tubi apakah Bupati kasih uang dari APBD atau tidak, tetapi saya bilang saya tidak kasih dan saya tidak suruh,” tegas Bupati.

Sebelumnya, usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK di Polres Manokwari, Plt. Kepala Bappeda Kabupaten Pegaf berinisial HLM, tampaknya terbuka dengan para wartawan. Menurutnya, pemeriksaan ini terkait proses administrasi pengusulan dan pengajuan DAK Tahun Anggaran 2017.

“Kalau saya ditanya cuma 6 pertanyaan saja. Saya diperiksa sekitar 3 jam. Yang bikin lama karena mereka ketik,” jawab HLM yang mengaku heran mengapa para saksi yang diperiksa KPK enggan berkomentar. [FSM-R1]

Read 182 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.