Diduga Pelaku Pembunuhan, Mantan Anggota TNI yang Nekat Kabur Ke Bintuni | Pasific Pos.com

| 18 November, 2018 |

Diduga Pelaku Pembunuhan, Mantan Anggota TNI yang Nekat Kabur Ke Bintuni

Papua Barat Written by  Jumat, 19 Oktober 2018 11:49 0
Rate this item
(0 votes)

Ransiki, TP- Daud Pulung (58) pria yang merupakan kekasih dari  almarhuma Rima Boro (37) yang tewas tersimbah dara di rumah kontrakannya pada  kamis (18/10) pagi yang akan melarikan diri ke Bintuni ahirnya ditangkap oleh anggota polsek ransiki dibawa pimpinan kapolsek ransiki. Daud Pulung yang merupakan purnawirawan TNI  2012/2013 tersebut ditangkap di rumah makan Mansel sekitar pukul 10. 26 wita.

Dalam peristiwa penangkapan yang dilakukan oleh aparat polsek ransiki tersebut, yang bersangkutan baru  saja turun dari mobil hilux yang berwarna putih dengan nomor plisi PB 8244MB tersebut akan melakukan sarapan pagi di rumah makan mansel tersebut. Namun dalam waktu yang tidak begitu lama, aparat plsek ransiki menghampiri pria tersebut dan menyampaikan maksud kedatangan aparat polsek ransiki.

Namun setelah mendengar penjelasan dari anggota polsek ransiki, Bripkol Olof Lapondo akhirnya yang bersangkutan tidak melakukan perlwanan sama sekali dan bersedia mengikuti aparat polsek ransiki menuju kantor polsek ransiki untuk dibawa ke polsek kota manokwari. Ketika ditemui di polsek ransiki,  dirinya membatah keras bahwa dirinya bukan pelaku pembunuhan dari kasus tersebut.  

Ketika ditaya oleh tabura pos dirinya menjelaskan bahwa dirinya sudah melakuakn hubungan asmara dengan almarhumah sudah kurang lebih 5 tahun terakir.

Bahkan dirinya sudah  menilai bahwa perilaku calon istrinya tersebut berubah setelah yang bersangkutan pulang dari Jakarta. “ Saya melihat perilakunya mulai berubah sejjak  pulang dari Jakarta seminggu yang lalu, jadi  mulai dari komunikasi lewat hape, saya telpon sering nomornya sibuk berjam-jam, wa saya diblokir, sms juga sama.

Empat hari yang lalu tepatnya pas hari sabtu, dirinya sempat sampaikan kepada saya bahwa dia minta doa dari saya karena ada satu orang laki-laki yang akan menika dengan dirinya. Dalam kesempatan itu saya sampaiakn bahwa ko bagaiamana, kanapa kasi ruang untuk orang lain sementara saya sudah serius untuk nikah dena ko. Tapi jawabannya, lebih baik saya mati dari pada saya nika dengan ko yang sudah tua, tidak ada uang, miskin, kepala botak lagi”jelas dirinya.

Pria yang mengaku anggota lsm badan pemantau korupsi  RI  bahkan jabatanya selaku   kabiro investigasi intelejen di provinsi papua barat tersebut   mengaku sangat kecewa bahkan harga dirinya diinjak-injak ketika kata-kata tersebut dilontarkan oleh almarhumah.


“saya merasa harga diri saya di injak-injak, saya ini sudah sampaika di pendeta bahwa dalam waktu dekat saya akan menika agar sah dihadapan gereka serta jemaat. Saya juga selama ini kalau ada masalah selalu saya mengalah. Lalu saya  liat kelakuaknnya tidak hanya sikap, tetapi kunci pintu juga diganti 3 hari terakir ini.

Sehingga pikir ada apa dengan dirinya, dulu itu saya datang di rumah selalu cium, tapi sejak pulang dari jakar ini sudah berubah semua.  Selama ini saya datang, tapi kami tidak buat karena kami di kamar tamu saja, saya mau lahannya itu saya yang dapat pertama, setelah itu biar 5 tahun begitu baru saya mati juga tidak apa-apa, asal saya yang buka itu lahan” ujar pria ini dengan penuh semnagat.

Lebih jauh lagi ketika ditanya apa saja yang dilakukan ketika berkunjung ke rumah sang almarhma tersebut dirinya menjelaskan bahwa kedatanagn dirinya pada rabu(17/10) siang hanya untuk mau menyampaikan bahwa pada jumat besok  (19/10) hari ini salah seorang ponakan dari wanita malang tersebut akan berulang tahun.

“ jadi sebelum dia sampai di kontrakannnya saya telpon karena hari jumat ini ponakannya yang tinggal di amaban akan ulang tahu tapi jawabanya cuek saja. Baru saya sampaiakan kenapa dia buka ruang dengan laki-laki lain namun dia bilang mendingan saya mati daripada harus nika dengan ko yang sudah tua dan kepala botak ini. Saya rasa haraga dirinya semakin dinjak-injak, saya laki-laki pa. saya baru tahu bahwa dia meninggal ketika saya didatangi anggota  polsek tadi” jelas Dirinya.

Bahkan pria yang mengaku perna pam di salah satu perusahan minyak di kabupaten teluk bintuni tersebut menambahakan jbahwa dirinya akan melakukan perjalanan ke bintuni tersebut karena akan menagih utangnya di sana untuk persiapan nika nanti. Dirinya akhirnya dibawah oleh aparat polsek manokwari kota  sekitar pukul 13.55 wit untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. [CR35]

Read 133 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.