KONI Pusat Berharap Ada Pertemuan Gubernur Papua dan Papua Barat | Pasific Pos.com

| 15 November, 2018 |

Ketua KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman. Ketua KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman.

KONI Pusat Berharap Ada Pertemuan Gubernur Papua dan Papua Barat

Info Papua Written by  Jumat, 19 Oktober 2018 11:03 0
Rate this item
(0 votes)

“Terkait Tuan Rumah Bersama PON XX”


JAKARTA,- Ketua Umum KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Tono Suratman memahami keingingin tuan rumah Papua untuk memangkas 5 cabang olahraga dari 50 yang ditetapkan KONI Pusat.

 “Saya mengerti kenapa ada pengurangan itu, karena persoalaan pembangunan venue di Papua. Tetapi kami akan coba carikan solusinya, karena ini pesta olahraga nasional, dan pengurangan 5 cabor itu masih dalam tahap pengusulan,” tegas Tono dalam rapat koordinasi dan konsultasi KONI Pusat yang berlangsung di ballroom Hotel Sultan Jakarta, Kamsi (18/10).

Terkait desakan peserta Rakornis KONI,  agar penetapan SK KONI Pusat yang mempertandingankan 50 cabor agar tetap dilaksanakan.

Menurutnya, akan dicarikan solusinya. “usulan KONI Papua dan PB PON untuk mengurangi 5 cabor itu kan masih usulan, kami berharap PON di Papua bisa mempertandingkan 50 cabor,” katanya.

Oleh karena itu, Tono menyarankan agar Gubernur Pupua dan Gubernur Papua Barat dapat melakukan pertemuan membahas keinginan Papua Barat menjadi tuan rumah bersama, sehingga dapat melakukan perubahan kepada PP Nomor 17 tahun 2007 tentang peraturan PON.

“Ada opsi lain, dengan merevisi PP no 17 tahun 2017. Agar aturan yang mengatakan PON hanya dilaksanakan satu provinsi dapat diubah dengan mencantumkan bahwa minimal dua provinsi, sehingga ini jelas bagi KONI Papua dan KONI Papua barat untuk melaksanakan PON itu tidak melanggar dan memperkuat PB PON untuk proses PON kedepan apa bila menggunakan dua provinsi.” terangnya.

Tono juga menuturkan, jika Pemerintah Papua menggandeng Papua Barat menjadi tuan rumah bersama. Kemungkinan bukan hanya 50 cabang olahraga yang akan dipertandingan, tetapi dapat mencapai 60 cabor sesuai dengan cabor yang ada didalam KONI Pusat.

“Alangkah baiknya dengan solusi agar semua cabor bisa dipertandingkan, harapan kita bersama Papua Barat ikut berpartisipas sebagai tuan rumah,” harapannya.

Senada dengan Ketua Umum KONI Pusat, Wakil Ketua KONI Pusat Mayjen TNI Purn Suwarno juga menyarakan agar Gubernur Papua dan Papua Barat segera melakukan pertemuan. Sebab yang masih menjadi masalah belum adanya pertemuan kedua Gubernur tersebut untuk membahas tuan rumah bersama.

“Setelah bapak Lukas Enembe dilantik menjadi Gubernur Papua, mereka belum bertemu. Kita berharap ada pertemuan kedua gubernur ini, setelah ketemu nanti bisa sering, terkait dengan revisi PP nomor 17 tahun 2007 itu,” jelasnya.

Dikatakan Suwarno, Papua dan Papua Barat juga telah melakukan MoU yang dilakaukan oleh mantan Pj Gubernur Papua Mayjen TNI (Purn) Soedarmo mengenai tuan rumah bersama.

“Dari kondisi seperti itu, apa yang disampaikan oleh Papua Barat, Itu dilampirkan sebagai permohonan Papua Barat sebagai tuan rumah bersama, dan kita sudah menyurat kepada pemerinah pusat untuk direalisasi,” beberanya.

“Sekarang Papua Barat berada ditengah-tengah proses menju PON XX, mereka inginnya tidak banyak mungkin hanya 5 cabor dilakukan karena kemampuan daerah Papua Barat,” tambahnya lagi.

Tetapi Sowarno memberikan garansi, bahwa diakhir tahun 2018 permasalahan penetapan jumlah cabor yang akan dipertandingan di PON XX akan segera final.

“Kita pastikan penetapan jumlah cabor akan selesai pada tahun ini, karena waktu terus berjalan dan ini akan menghambat persiapan para atlet di seluruh KONI di Indonesia,” tandasnya.

Lima cabang olahraga yang ditolak oleh pemerintah Papua diantaranya, cabor Panjat Tebing, Arum Jeram, Korfball, Boling, dan Handball.

Read 64 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.