Belum Ada Penerjemah, Sidang WNA Korea Belum Digelar | Pasific Pos.com

| 18 November, 2018 |

Belum Ada Penerjemah, Sidang WNA Korea Belum Digelar

Papua Tengah Written by  Kamis, 18 Oktober 2018 08:19 font size decrease font size increase font size 0
Rate this item
(0 votes)

NABIRE – Sidang warga negara asing (WNA) asal Korea atas nama Go Seong Yong yang didakwa penyalahgunaan ijin tinggal, hingga saat ini belum bisa digelar. Sidang kedua yang rencananya akan digelar Rabu (17/10) kemarin, ternyata juga masih belum bisa digelar.

Alasan belum bisa digelarnya sidang untuk kasus dengan nomor perkara 100/Pid.Sus/2018/PN Nab, ini lantaran belum ada penerjemah. Hakim ketua, Erenst Jannes Ulaen, SH, MH, yang memimpin jalannya sidang, menunda sidang minggu depan, tepatnya pada Selasa (23/10). Dengan harapan pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah bisa menghadirkan seorang penerjemah.

Seusai sidang, saat dimintai keterangannya, JPU dari Kejaksaan Negeri Nabire, Arnolda Awom, SH, mengatakan jika pihaknya akan mengupayakan pada persidangan minggu depan sudah bisa menghadirkan seorang penerjemah. Bila perlu pihaknya akan meminta bantuan dari kedutaan, jika sulit untuk mendapatkan seorang penerjemah yang akan diperbantukan pada sidang dengan terdakwa WNA Korea ini.


Sidang WNA Jepang Jawaban JPU


Siang kemarin juga telah digelar sidang untuk nomor perkara 101/Pid.Sus/2018/PN Nab, dengan terdakwa WNA asal Jepang masing-masing Kaneda Hisashi, Tanaka Yoshiori, Isogaya Kazumasa, Hatakeyama Toru. Agenda sidang siang kemarin, jawaban dari JPU atas eksepsi yang disampaikan kuasa hukum pada sidang sebelumnya, Selasa (16/10). Setelah jawaban JPU, sidang akan dilanjut pada Selasa (23/10) dengan agenda putusan sela.

Saat dihubungi media ini, kuasa hukum WNA asal Jepang, Fadli, SH, menuturkan, eksespsi yang disampaikan pada sidang sebelumnya ada sejumlah point yang disampaikan. Pertama, menyinggung soal kewenangan dari Imigrasi Mimika yang wilayah kerjanya tidak membawahi Nabire. Kedua, tata cara pelimpahan berkas perkara. Menurut dia, Imigrasi Mimika tidak bisa langsung melimpahkan berkas ke Kejaksaan Negeri Nabire. Tetapi seharusnya melalui Imigrasi Biak setelah itu melimpahkan ke Polri dan itu kewenangan polisi untuk melimpahkan ke kejaksaan.

“Seharusnya pelimpahan berkas melalui penyidik Polri. Imigrasi Mimika tidak punya kewenangan untuk melimpahkan berkas karena Nabire bukan dia punya wilayah,” ujarnya.

Ketika dimintai tanggapannya terkait pendapat kuasa hukum ini, JPU dari Kejaksaan Negeri Nabire, Arnolda Awom, SH, mengatakan jika pelimpahan berkas ke Kejaksaan Negeri Nabire sudah sesuai prosedur.

“Pelimpahan berkas perkara oleh Imigrasi Mimika ke Kejaksaan Negeri Nabire itu sudah sesuai aturan,” ujarnya singkat seusai mengikuti sidang. (ros)

Read 54 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.