Laga Persemi vs Persitoli Berakhir Ricuh | Pasific Pos.com

| 16 February, 2019 |

Nampak para suporter dan pemain Persitoli masuk ke dalam lapangan usai pertandingan di Stadion Mandala Jayapura, Rabu (17/10/2018). Nampak para suporter dan pemain Persitoli masuk ke dalam lapangan usai pertandingan di Stadion Mandala Jayapura, Rabu (17/10/2018).

Laga Persemi vs Persitoli Berakhir Ricuh

Olahraga Penulis  Kamis, 18 Oktober 2018 07:32 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Laga leg pertama Liga 3 Regional Papua dan Papua Barat antara Persemi Mimika versus Persitoli Tolikara berakhir ricuh.

Pertadingan yang berlangsung di Stadion Mandala Jayapura, Rabu (17/10/2018) dimenangkan Persemi Mimika dengan skor 2-1.

Dua gol kemenangan Persemi dicetak oleh Alfian Marelino Fatubun pada menit ke 47 dan 59. Sementara gol Persitoli dicetak pemain nomor punggung 10 Soleman Sorabut pada menit k3 39.

Dari pantauan media ini, kericuhan terjadi setelah wasit meniup pluit panjang pertanda berakhirnya pertandingan. Sejumlah suporter memasuki lapangan sampai akhirnya dilerai oleh pihak kepolisian.

Saat itu, para wasit harus dikawal aparat Kepolisian agar tidak mendapat hantaman suporter Persitoli Tolikara.

Pelatih Persemi Mimika Eduard Ivakdalam yang konfirmasi, mengaku kecewa dengan para suporter maupun kepemimpinan wasit Devis Alvin asal Kabupaten Pasuruan.

Pasalanya, wasit kurang tegas dalam mengambil keputusan dan membuat para pemain harus bermain kasar.

Selain itu, ia juga mengecam pelatih dan suporter Persitoli yang sepanjang pertandingan memprovokasi pemain dalam lapangan, sehingga pertandingan yang berlangsung menarik untuk ditonton masyarakat, menjadi tidak bagus, karena main menjurus kasar dan pukul pemain.

“kedua tim bermain baik dan pantas lolos ke babak nasional, tapi pertandingan berakhir dengan ricuh, dua pemain mereka (Persitoli) dapat dua kartu merah karena pukul pemain saya, tentu saya kecewa karena kita sama-sama tim Papua dan masih bermain di Jayapura sudah berkelahi,” tegasnya.

Mantan kapten tim Persipura ini berharap, pada pertandingan leg kedua nanti, kejadian ini tidak terulang kembali.

Kemudian, kepada para suporter untuk datang menyaksikan laga dengan tertib, tidak membuat keributan. “saya harap di leg kedua aparat keamanan bisa lebih banyak, karena saya lihat di leg pertama aparat keamanan sangat sedikit,” harapnya.

Terkait dengan hasil yang diraih timnya pada leg pertama ini, Eduard Ivakdalam mengatakan, walaupun sempat tertinggal 0-1 di babak pertama, tapi anak asuhannya bisa bangkit dan mencetek dua gol di babak kedua.

“saya bersyukur kepada Tuhan, karena dibabak kedua kita bisa perbaiki tim dan mendapat dua momen untuk mencetak dua gol,” ujarnya

Lanjutnya, jika ingin lolos ke babak Nasional, maka di leg kedua kita harus berusaha memenangkan laga atau minimal bisa bermain imbang.

“Pokoknya jangan sampai Tolikara bisa mencetak gol," katanya.

Ia berharap juga kepada semua pemain untuk menjaga kesahatan dan harus tampil agresif pada leg kedua nantinya. “Leg kedua merupakan pertandingan penting dan menentukan, maka seluruh pemain harus bekerja keras untuk memenangkan pertandingan nanti," ucapnya.

Sementara itu, pelatih Persitoli Tolikara Issan Samur, juga mengecam kepemimpinan wasit. Menurutnya, kartu merah pertama untuk pemainnya seharusnya diberikan peringatan terlebih dahulu.

“kalau saya, pemain sudah tampil bagus, hanya wasit yang kurang tegas mengambil keputusan, kalau kita main 11 orang mungkin kita bisa mencuri poin,” tuturnya.

Dibaca 334 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.