Banyak Kewenangan Otsus yang Dihilangkan | Pasific Pos.com

| 15 November, 2018 |

Anggota Komisi I DPR Papua, John Willi Anggota Komisi I DPR Papua, John Willi

Banyak Kewenangan Otsus yang Dihilangkan

Sosial & Politik Written by  Kamis, 18 Oktober 2018 07:27 0
Rate this item
(0 votes)

Jayapura, - Anggota Komisi I DPR Papua, John Wilil mengungkapkan, jika kini sudah banyak kewenangan dalam UU Otsus yang dihilangkan.

Padahal kata legislator Papua itu, Otsus bukan diminta orang asli Papua tapi diberikan pemerintah Indonesia, pada zaman Gusdur menjabat Presiden karena ketika itu Gusdur mengatakan masalah Papua dan Aceh tak bisa diselesaikan dengan apa pun sehingga lahirlah Otsus.

"Mestinya ada turunan UU dalam bentuk peraturan pemerintah untuk petunjuk pelaksanaan Otsus . Tapi selama 17 tahun ini tak ada itu. Selain itu banyak kewenangan UU Otsus yang dihilangkan, dicungkil habis Jakarta," bebernya.

Apalagi lanjut John Willi, ketika UU Otsus nantinya berakhir, maka sama saja hubungan Papua dengan Indonesia selesai. Itu kalau tak mau membahas UU Otsus dalam satu dua tahun ini, karena itulah sehingga gubernur Papua mendorong UU Otsus Plus.

"Sebenarnya semua sudah lengkap dalam Otsus Plus itu dan sudah diajukan sejak zaman SBY. Saat pembahasan UU MD3 jadi kami pikir Otsus plus akan didorong," ucapnya.

Sebab kata Willi, selama ini UU Otsus hanya berlaku di provinsi, sedangkan kabupaten (kota) itu menggunakan UU pemerintahan daerah.

"Ini sama saja UU Otsus kini diperkosa UU sektoral lain. Sebenarnya orang mengerti gubernur ini adalah orang restorator yang ingin Papua maju," imbuhnya.

Hanya saja kata Willi,  memang ada pihak yang selalu menyalah artikan, sehingga menganggap UU Otsus Plus didorong sepihak," jelasnya.

Namun tambah Emua, salah satu kendala mendorong UU Otsus Plus karena sulit meyakinkan para anggota DPR RI yang jumlahnya ada 500 orang.

"Dalam merebut hati 100 orang anggota DPR RI saja sulit. Jadi kita semua harus bersatu untuk melobi ke Jakarta termasuk DPR RI," pungkasnya.

Read 135 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.