Awas Penipuan Berkedok CPNS | Pasific Pos.com

| 15 November, 2018 |

Awas Penipuan Berkedok CPNS

Papua Tengah Written by  Rabu, 17 Oktober 2018 11:10 font size decrease font size increase font size 0
Rate this item
(0 votes)

NABIRE – Masyarakat Kabupaten Nabire dan sekitarnya khususnya para pencari kerja diharapkan waspada dengan kemungkinan adanya penipuan berkedok penerimaan CPNS. Ketika ada informasi terkait penerimaan CPNS, para pencari kerja lebih tepat dan bijaksana jika mengkonfirmasi kebenarannya terlebih dahulu pada instansi terkait dalam hal ini di BKD Kabupaten Nabire.

Salah seorang warga Nabire sempat ditelepon oleh oknum yang mengatasnamakan dari instansi terkait dengan penerimaan CPNS. Bahkan si penelepon yang mengaku dari instansi terkait itu menyebutkan ada kebijakan dari pusat soal penerimaan untuk aparat kampung/kelurahan. Namun ujung-ujungnya, si penelepon itu meminta dikirim sejumlah uang sebagai tanda terima kasih untuk orang di kantor pusat. Bahkan oknum penelepon ini sempat mengatasnamakan sebagai pegawai di Kantor BKD Nabire, dan satu orang lainnya juga mengatasnamakan sebagai Kepala BKD Nabire, Petrus Agapa.

Kepada media ini, salah seorang warga Kabupaten Nabire tepatnya yang bermukim di Lagari Jaya menyampaikan jika pihaknya sempat ditelepon seseorang dan dijanjikan sudah masuk pada penerimaan CPNS.

Kronologis kejadian, kata dia, pada Senin (15/10) lalu dirinya sempat berkunjung ke rumah Kepala Kampung Lagari Jaya. Menurut dirinya, kepala kampungnya sempat menerima panggilan telepon, diminta data staf aparat kampungnya seperti data nama, jabatan dan pendidikan.

“Saya yang disuruh kepala kampung untuk mengirim data teman-teman. Saya kirim data ke orang yang mengaku bernama Daniel dan mengaku dari Kantor BKD Nabire, melalui HP saya. Setelah itu, Selasa (16/10) pagi ini, saya dan teman-teman juga dihubungi,” tuturnya.

Lebih lanjut dituturkan, dirinya sempat mendapat telepon dengan mengatakan bahwa di kantor pusat ada kebijaksanaan ada penerimaan CPNS khusus aparat Kampung Lagari. Oleh si penelepon, dirinya diminta untuk segera menghubungi orang yang bernama Petrus Agapa, untuk menanyakan dokumen apa saja yang harus disiapkan.

“Waktu saya telepon nomor yang katanya bernama Pak Petrus Agapa pertamanya tidak aktif. Selanjutnya nomor yang tadi saya telepon, melakukan panggilan balik ke saya. Si penelepon itu tanya saya nama siapa dan dari mana dan saya jawab dari Lagari. Dia tanya saya sudah jadi aparat kampung sudah berapa tahun, dan saya sebutkan dari tahun 2016. Dia katakan ada kebijakan penerimaan aparat kampung dan nama saya katanya Sknya sudah ada,” ujar dia.

Namun ujung-ujungnya, ternyat si penelepon meminta agar dirinya mengirimkan sejumlah uang sebagai ucapan terima kasih untuk pimpinan di kantor pusat. Si penelepon menyebutkan kisaran uang yang diminta antara 17 hingga 25 juta rupiah.

“Saya belum kirim karena belum yakin soal ini, jangan sampai ini adalah penipuan. Teman saya yang lain juga sempat ditelepon dan juga dimintai untuk mengirimkan sejumlah dana. Rencananya kami akan mengecek langsung ke Kantor BKD terkait persoalan ini,” ujarnya.
Media ini mencoba untuk mengkonfirmasi persoalan ini ke Kepala BKD Nabire, Petrus Agapa. Namun nomor telepon yang bersangkutan sedang berada di luar jangkauan.
 
Kepada media ini beberapa waktu lalu, Kepala BKD Nabire, Petrus Agapa menyampaikan agar masyarakat berhati-hati jika ada informasi terkait penerimaan CPNS di daerah ini. Jika ada informasi yang mencurigakan, diharapkan untuk mengkonfirmasi langsung ke Kantor BKD Nabire untuk mendapatkan kejelasan. (ros)

Read 68 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.