Kampung Bambar Diserang Masyarakat Luka Terkena Panah | Pasific Pos.com

| 16 February, 2019 |

Kampung Bambar Diserang Masyarakat Luka Terkena Panah

Kriminal Penulis  Minggu, 14 Oktober 2018 17:48 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)
Jayapura, Berawal mandi mandi di kali dan entah karena apa terjadi keributan antara masyarakat kampung Bambar dengan masyarakat pegunungan. Sabtu (13/10) menjelang tengah hari masyarakat pegunungan melakukan penyerangan terhadap masyarakat kampung Bambar yang mengakibatkan masyarakat kampung Bambar mengalami luka panah pada bagian tangan sebelah kanan dan luka panah pada bagian kaki sebelah kiri dibawah mata kaki serta masyarakat pengunungan mengalami luka pada bagian wajah sebelah kanan.
 
Adapun korban atas nama Wairio alias Wes Telengen yang mengalami luka sobek pada bagian pelipis sebelah kanan 4 jahitan dan pipi sebelah kanan pipi 1 jahitan. Eko Wea, mengalami luka ringan.
 
Kemudian Faderling yang mengalami luka panah pada bagian kaki dibawah mata kaki sebelah kiri.  Geri Tokoro mengalami luka panah pada bagian lengan tangan sebelah kanan. 
 
Sekitar pukul 13.30 Wit, masyarakat melaporkan di penjagaan Mapolres Jayapura bahwa ada terjadi keributan di Kampung Bambar.
 
Setelah menerima pengaduan anggota penjagaan langsung bergerak menuju TKP di Kampung Bambar yang dipimpin oleh Aiptu Hans .S.  Anggota penjagaan dan anggota Opsnal Reskrim Polres Jayapura tiba di TKP dan langsung mengamankan situasi.
 
Tak lama berselang anggota gabungan Polsek Sentani Barat dan Polres Jayapura yang dipimpin oleh Kasat Binmas AKP Yudho Winarno yang didampingi oleh Kapolsek Sentani Barat AKP P. Harianja tiba di TKP dan langsung mengamankan TKP serta melakukan negosiasi terhadap masyarakat Kampung Bambar dan juga masyarakat pegunungan.
 
Hasil negosiasi akhirnya masyarakat pegunungan dan masyarakat Kampung Bambar dibawa di Mapolres Jayapura guna dilakukan upaya mediasi. Sementara itu, korban luka luka dirawat di rumah sakit Yowari
Dibaca 173 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.