Kecewa Gajinya Tidak Dibayarkan Selama 13 bulan, Warga Palang Semua Akses Masuk Pulau dan Pintu Tempat Bersejarah di Mansinam | Pasific Pos.com

| 22 February, 2019 |

Kecewa Gajinya Tidak Dibayarkan Selama 13 bulan, Warga Palang Semua Akses Masuk Pulau dan Pintu Tempat Bersejarah di Mansinam

Papua Barat Penulis  Sabtu, 13 Oktober 2018 14:20 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari TP - Ratusan masyarakat Pulau Mansinam yang bertugas sebagai petugas kebersihan aksi pemalangan terhadap situs di Pulau Mansinam, Kamis (11/10).

Selain memalang sekretariat badan pengelola situs Mansinam objek wisata, warga juga memalang beberapa situs seperti, museum, taman tugu, dan akses jalan menuju gereja dan menuju patung Yesus.

Ketua RT 3 kampung Mansinam, Musa Rumbarar mengatakan, pemalangan itu buntut dari belum dibayarnya upah para petugas kebersihan di situs Mansinam selama 13 bulan dari 2017 - 2018.

Rumbarar menyebutkan, tahun 2017 gaji yang belum dibayar dari bulan Maret-Agustus, sedangkan tahun 2018 dari bulan April-sekarang, sehingga total yang belum dibayar selama 13 bulan.

Rumbarar mengungkapkan, para petugas kebersihan situs Mansinam diangkat oleh Gubernur sebelumnya, Abraham O. Atururi tahun 2015 dengan nomor SK 425.5/96/5/2015 tanggl 7 Mei 2015.

"Mereka menuntut hak mereka, karena mereka diangkat berdasarkan SK Gubernur, sehingga ada dasar hukumnya. Kasihan ini ada janda, dan lain-lainnya yang bekerja, tapi haknya tidak penuh dan sampai sekarang belum dibayar," katanya kepada wartawan saat melakukan pemalangan di Pulau Mansinam, Kamis (11/10).

Berdasarkan SK, kata Rumbarar, ada 275 masyarakat yang ditunjuk sebagai petugas kebersihan situs Mansinam yang semuanya adalah warga Pulau Mansinam.

"275 orang ini dibagi menjadi 9 kelompok, karena ada 9 tempat yang dibersihkan dan setiap kepala digaji 960 ribu per bulan, dengan waktu kerja 2 kali seminggu, sehingga dalam sebulan ada 8 kali kerja," jelas Rumbarar.

Ditanya soal gaji, Rumbarar mengatakan, tahun 2015-2016 gaji dibayarkan lancar per bulan, namun tahun 2017-2018, dibayarkan per tiga bulan, namun sampai saat ini pembayarannya semakin tidak jelas.

Rumbarar, mengungkapkan, sebelum melakukan pemalangan, pihaknya sudah menyampaikan persoalan ini kepada Gubernur, Dominggus Mandacan saat membuka seuatu kegiatan di Pulau Mansinam bulan September lalu,  dan Gubernur mengatakan sudah ada anggaran Rp.7 miliar yang dicairkan untuk pembayaran gaji para petugas kebersihan pulau Mansinam.

"Waktu itu masyarakat sudah sampaikan dan Gubernur menjawab bahwa anggaran 7 miliar untuk gaji pengelola situs Mansinam sudah dicairkan, tapi sampai sekarang belum dibayar," ungkap Rumbarar.

Rumbarar menambahkan, untuk permasalahan ini, warga memberikan kesempatan kepada bendahara Badan Pengelola Situs Mansinam untuk membayar hak masyarakat, bila tidak maka warga akan menumpuh jalur hukum melaporkannya ke pihak berwajib.

"Kita akan bawa ke pihak berwajib, karena berdasarkan keterangan uang itu sudah ada, tapi kenapa tidak dibayarkan," tandas Rumbarar.

Disamping itu, tegas Rumbarar, sebelum permasalahan ini terselesaikan, maka palang tidak akan dibuka dan pulau Mansinam ditutup untuk para pengunjung.

Sementara itu, Sekretaris I Badan Pengelola Situs Mansinam, Festus Rumadas, mengaku tidak mengetahui anggaran yang diplotkan untuk gaji para petugas kebersihan.

"Saya sekretaris tapi tidak tahu tentang uang itu, saya hanya menyiapkan absen untuk para petugas bekerja," jelas Rumadas.

Berdasarkan pantauan Tabura Pos, hampir semua situs di pulau Mansinam dipalang, diantaranya, akses masuk dermaga, sekretariat badan pengelola situs mansinam, taman tugu, museum, dan akses jalan menuju gereja baru dan akses menuju patung Yesus di puncak. [SDR]

Dibaca 244 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.