Anggota DPRP Wilayah Adat Bungkus Suara Untuk Jokowi | Pasific Pos.com

| 18 October, 2018 |

John Willi John Willi

Anggota DPRP Wilayah Adat Bungkus Suara Untuk Jokowi

Sosial & Politik Penulis  Rabu, 10 Oktober 2018 23:48 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

John Willi : Kami Sepakat Mendukung Keputusan Gubernur Lukas Enembe



Jayapura, - Anggota DPR Papua dari lima wilayah adat sepakat mendukung penuh keputusan Gubernu Papua, Lukas Enembe, SIP. MH, untuk suara Papua dibungkus untuk Joko Widodo. yang akan kembali mencalonkan diri sebagai Presiden Republik Indonesia

"Kami anggota dewan yang diangkat oleh lima wilayah adat sepakat mendukung penuh keputusan Gubernur, Lukas Enembe bahwa suara Papua dibungkus untuk Jokowi, " kata Anggota DPR Papua lewat pengangkatan 14 kursi, John Willi kepada Pasific Pos ketika ditemui di ruang kerjanya, (10/10/18).


Menurutnya, Lukas Enembe bukan seorang gubernur yang tapi Lukas Enembe juga adalah kepala suku besar dari lima wilayah adat ini.


Bahkan kata John Willi, seorang Lukas Enembe tidak hanya dipandang sebagai gubernur, tapi harus di akui bahwa Lukas juga sebagai kepala suku besar untuk menyatukan lima wilayah adat ini.


"Kalau dia bilang ikat untuk Jokowi supaya tetap NKRI itu aman. Itu kuncinya dan jelas program pembangunannya, " tandas Willi.


Terkait soal program pembangunan, menurut John Willi, siapa pun bisa membuat program pembangunan. Tapi program pembangunan yang Lukas Enembe buat itu sudah banyak faktanya.


"Tapi intinya adalah kalau NKRI itu utuh dan tetap merah putih berkibar dari Sabang sampai Merauke. Dan Papua tetap aman jadi harus bungkus suara 99 persen untuk Jokowi dan 1 persen itu suara rusak," tegas John Willi.


"Jadi kita kasi nama untukk Jokowi itu 'Jamin' Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, yang kubu sebelah saya tidak tahu atau mungkin namanya BOSAN, 'Prabowo-Sandi, "sambungnya


Bahkan ungkap Willi, belum pemilu saja tapi sudah bikin masalah di Jakarta dan tim Prabowo-Sandi juga telah menciptakan suasana iklim yang tidak baik di negara ini.


"Makanya saya berpendapat kalau begitu biarkan saja lah Indonesia bagian Timur berdiri sendiri dan dari Sulawesi sampai dengan Papua menjadi negara bagian. Apalagi burung garuda itu dari Indonesia Timur, jadi lebih baik kita bawa pulang burung garudanya," imbuhnya. (TIARA)

Dibaca 132 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.