Bupati Diminta Segera Sikapi Konflik Yang Terjadi di Daerahnya | Pasific Pos.com

| 18 October, 2018 |

Thomas Sondegau, ST Thomas Sondegau, ST

Bupati Diminta Segera Sikapi Konflik Yang Terjadi di Daerahnya

Sosial & Politik Penulis  Rabu, 10 Oktober 2018 23:44 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

"Bupati Jangan Tinggal Diam Melihat Rakyatnya Saling Bertikai"



Jayapura, - Konflik yang terjadi di beberapa kabupaten tampaknya menjadi perhatian serius DPR Papua.

Untuk itu, bupati dan wakil bupati diminta harus lebih serius menyikapi konflik yang terjadi di daerahnya. Apalagi akibat insiden itu menimbulkan saling perang antar suku hingga berujung maut.


Pemerintah Provinsi Papua juga segera menyikapi konflik tersebut, yang kabarnya sudah menghilangkan nyawa sejumlah masyarakat.


Menurut Anggota DPR Papua, Thomas Sondegau, ST, ini masalah kemanusiaan sehingga tidak bisa dibiarkan berlarut larut, sehingga perlu ada penanganan yang cepat untuk mengatasi konflik antar suku dan berakhir dengan perang yang saat ini terjadi di beberapa kabupaten di Papua.


"Selama dua bulan ini yang terdengar adalah sejumlah kabupaten di Papua telah terjadi perang antar suku. Ini masalah kemanusiaan, korban mulai mulai tumbang kiri kanan, seperti yang terjadi di Wamena, Puncak Jaya, Pegubin, Yahukimo dan sekarang juga terjadi di Kabupaten Tolikara. Ini salah satu tantangan buat kita khususnya bagi pemerintah Provinsi Papua, juga keamanan. Dan harus disikapi secara serius, untuk itu kami harus duduk bersama dan kita memberikan solusinya seperti apa,” kata Thomas kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (9/10/2018).


Namun kata Thomas, yang miris lagi karena orang tak bersalah ikut jadi korban. Tidak hanya luka-luka tapi juga meninggal dunia. Ini merupakan perbuatan tak dibenarkan karena sudah menghilangkan nyawa orang lain.


“Ini masalah besar yang kami hadapi sekarang di atas tanah ini dan harus dilihat secara serius. Kami harus turun di lapangan, tidak bisa saja kita tinggal diam,” ujarnya.


Kata Thomas, seharusnya para bupati ini harus bersikap tegas dan berfikir kenapa bisa terjadi insiden itu. Apalagi yang menjadi korban adalah masyarakat kecil.


"Bupati jangan tinggal diam saja melihat warganya saling bertikai hingga masyarakat yang tidak tahu apa apa ikut kadi korban. Sebagai kepala daerah, bupati dan wakil bupati harus tangani masalah ini secepatnya, sehingga korban tidak bertambah," tandas legislator Papua ini.


Politisi Partai Demokrat ini menyarankan, seharusnya bupati mengumpulkan mereka (warga) dan bicara, cari tahu akar permasalahannya lalu diselesaikan secara baik, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.


“Jangan ada masalah hingga terjadi pembunuhan, baru bupati mulai bertindak. Seharusnya sebelum terjadi masalah, sebelum ada pembunuhan bupati sudah harus ambil sikap tegas untuk serius tangani masalah di daerahnya. Bukan diam atau lari dari masalah,"ketusnya.


Menurutnya, jika pemerintah hanya diam, makin bahaya dan masalah itu akan merembet kemana-mana. Karena bisa saja besok bisa saja pembunuhan akan terjadi lagi di kabupaten lain. Ini seolah olah pembunuhan berantai.

 

John Willi
John Willi


Masih ditempat yang sama, menurut Anggota DPR Papua dari 14 kursi, John Willi, masalah itu terjadi lantaran keteledoran pemerintah daerah dalam hal ini bupati yang kurang memperhatikan masyarakatnya.


"Jadi kalau mau salahkan bupati karena dia yang bikin masalah itu, karena telah berani menggantikan kepala desa tanpa syarat, akhirnya jadi perang suku. Ini terjadi di Puncak Jaya karena ada kepentingan," ketus John Will.


"Jadi siapa biang keroknya? ya bupati, itu yang menjadi persoalan di Puncak Jaya, tapi kalau yang terjadi saat ini di Tolikara, itu karena Poligami,” ungkapnya.


Willi menegaskan, ini masalah yang harus ditangani secara serius oleh bupati dan wakil bupati. DPRP siap turun jika dibutuhkan.


Hanya saja kata John Willi, meraka disana menganggap kami DPRP itu siapa.


“Tapi kalau DPR turun, partai politik bisa mati konyol karena dia ada di belakang siapa. Jadi kita berdoa supaya besok tidak lagi terjadi perang di tempat lain,” imbuhnya.


Bahkan kata John Willi, di Puncak Jaya ibarat arena olahraga, sehingga tak heran lagi jika terjadi konflik disana, karena yang melatih siapa, pemimpinnya siapa.


"Bupati itu pengayom masyarakat yang harus melayani dan siap melindungi masyarakatnya, meskipun waktu itu masyarakat tidak mendukungnya, tapi sebagai bupati dia harus membela Karen itu adalah rakyatnya," tekan John Willi.


Untuk itu, sambung Willi, para bupati jangan sering-sering tinggalkan daerahnya, sehingga dapat mengetahui permasalahan yang sebenarnya di daerahnya.


"Jadi bupati harus diam di tempat untuk menyelesaikan pertikaian itu, karena itu daerahnya dan itu masyarakatnya, sehingga konflik antar warga dapat diselesaikan dengan baik tanpa menciptakan konflik," tandas John Willi. (TIARA)

Dibaca 95 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.