Gubernur : Pemekaran Itu Ada Mekanismenya | Pasific Pos.com

| 18 October, 2018 |

Gubernur Papua,  Lukas Enembe Gubernur Papua, Lukas Enembe

Gubernur : Pemekaran Itu Ada Mekanismenya

Headline Penulis  Rabu, 10 Oktober 2018 20:15 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(1 Voting)

JAYAPURA,- Rencana sejumlah tokoh dan kepala daerah asal Papua wilayah adat Saireri mengusulkan pembentukan daerah otonom baru Provinsi Kepulauan Saireri terbentur dengan aturan.

Gubernur Papua Lukas Enembe yang dimintai keterangan di Gedung Negara, Rabu (10/10), menyebut usulan pemekaran itu ada mekanismenya.


“pembentukan daerah otonom baru itu ada mekanismenya, yakni harus ada persetujuan tiga lembaga, yakni Gubernur, MRP dan DPR Papua sesuai amanat UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus),” tegas Gubernur Lukas Enembe.


Menurutnya, selama tiga lembaga ini tidak setujui, berarti tidak. Itu saja. Sebab UU Otsus persyaratkan seperti itu. Kalau tiga lembaga itu bilang tidak ya tidak,” tegasnya lagi.


Diketahui, tokoh masyarakat wilayah teluk cenderawasih menggelar rapat perdana pembentukan usulan daerah otonom baru di Jakarta beberapa hari lalu.


Turut dihadiri Bupati Biak Numfor, Bupati Waropen, Bupati Mamberamo Raya serta para tokoh nasional Fredy Numberi, Yorris Raweyai, mantan Bupati Biak Numfor Yusuf Maryen, mantan Bupati Yapen Philips Wona, mantan Ketua DPRD Yapen Amon Wanggai dan tokoh intelektual Frans Maniagasi.


Sementara dalam laman media sosial Facebook, kini ramai membahas pertemuan para kepala daerah dan tokoh nasional serta Papua, di Hotel Borobudur Jakarta, yang menyepakati pengusulan pemekaran Provinsi Kepulauan Saereri.


Mereka juga menyepakati pembentukan tim kerja yang akan melakukan sosialisasi dan membuat kajian akademis terhadap usulan daerah otonom baru Kepulaun Saereri, dengan ibukota di Biak.


Menyusul acara pertemuan akbar yang kedua, di Kota Serui Kabupaten Kepulauan Yapen, sebagai lanjutan dari deklarasi 12-12-12, pembentukan Provinsi Teluk Cendrawasih.

Dibaca 89 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.