Limbah Medis di Kota Jayapura Dipastikan Tidak Mencemari Lingkungan | Pasific Pos.com

| 18 October, 2018 |

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari. Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari.

Limbah Medis di Kota Jayapura Dipastikan Tidak Mencemari Lingkungan

Kota Jayapura Penulis  Rabu, 10 Oktober 2018 19:51 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

JAYAPURA - Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Jayapura terus mengoptimalkan penanganan limbah medis dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

"Yang penting sekarang ini sampah limbah medis jangan numpuk karena merupakan sumber penyakit," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari di kantor Wali Kota Jayapura, Rabu (10/10/18).


Pelayanan kesehatan di Kota Jayapura terus dikembangkan dengan mendorong peran serta aktif masyarakat termaksud dunia usaha, melalui pencegahan, perbaikan gizi, penyuluhan kesehatan, dan perlindungan terhadap bahaya pencemaran lingkungan.


Ni Nyoman mengakui, kalau limbah rumah sakit khususnya yang ada di Puskesmas seperti botol plastik, infus, jarum suntik, kaca preparat.


Selain itu, infus set atau vial obat, bila penanganannya tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dapat mencemari lingkungan yang bisa menimbulkan masalah bagi kesehatan.


"Kami juga bekerjasama dengan Dinad Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Jayapura agar mengoptimalkan pengelolaan limbah medis," kata Ni Nyoman.

 

Dikemanakan limbah medis Puskesmas

 

Limbah medis memiliki tingkat risiko pencemaran tertentu terhadap lingkungan karena termasuk kategori berbahaya dan beracun (B3).


"Selama ini kami pemusnahan limbah medis kami bekerja sama dengan RSUD Jayapura, Rumah Sakit Dian Harapan karena memiliki insenerator atau mesin pemusnah limbah medis," jelas Ni Nyoman.


Ni Nyoman mengakui, prosedur pemusnahan limbah medis ini diperketat beresiko tinggi terhadap kesehatan dan mengakibatkan kecatatan apabila penanggulangan tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).


Menangani limbah medis bekas dari rumah sakit maupun Puskesmas tidaklah sembarangan agar tidak menyebabkan masalah baru terutama yang terkait dengan kesehatan dan penyakit menular.


"Limbah medis yang sudah dibakar, abunya sudah ramah lingkungan karena pembakaran dilakukan di atas 600 derajat maka kuman sudah habis," kata Dian.

Dibaca 38 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.