Dishut : Kayu Ilegal Sitaan Akan Dilelang | Pasific Pos.com

| 21 April, 2019 |

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Jan Jap Ormuseray Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Jan Jap Ormuseray

Dishut : Kayu Ilegal Sitaan Akan Dilelang

Info Papua Penulis  Kamis, 04 Oktober 2018 21:55 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Jan Jap Ormuseray menegaskan, kayu sitaan hasil pembalakan liar di Papua tetap dilelang.

"semua kayu hasil sitaan Dinas Kehutanan Provinsi dan Kabupaten/Kota akan dilelang sesuai prosedur,” kata Jan Jap Ormuseray, Kamis (4/10/2018).


Dikatakan, kayu-kayu tersebut akan dilelang secepatnya, karena kalau lama pun, takutnya nilai kayu ini akan berkurang dan lapuk.


“Kita akan proses cepat lelangnya supaya nilai jualnya masih tinggi, sehingga nantinya bisa cepat pembayaran iruan kehutanan kepada Negara yakni Provisi Sumber Daya Hutan dan Dana Rebuisasi (PSDH-DR),” ujar Ormuseray.


Dikatakan, untuk proses lelangnya akan ditangani langsung oleh Kantor Lelang Negara Jayapura. “Standar lelang harga kayu Merbau untuk satu kubiknya senilai Rp 3 juta. Kita tau kayu-kayu sitaan sangat banyak selain 81 kontainer yang ada di pelabuhan Jayapura dan Nabire,”terang Ormuseray.


Hanya saja Ormuseray, kayu kayu sitaan 81 kontainer itu sementara ini masih dalam tahap proses pemeriksaan lanjutan oleh gabungan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Dinas Kehutanan dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.


“Kita sudah lakukan berbagai tahapan-tahapan dan sebagainya bahkan sudah lakukan pengumuman di media massa,kemudian pengajuan permohonan ijin ke pengadilan lewat panitera yang mana semua sudah dilakukan sesuai aturan,”tuturnya.


Ditanya sanksi kepada perusahan pemilik kayu tersebut, Ormuseray mengaku yang jelas perusahannya saat ini ditutup dan tidak boleh beroprasi,karena saat ini masih dalam tahap proses hukum,nanti setelah ada keputusan hukum tetap baru ada tindaklanjutnya.

Dibaca 416 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.