Ratusan Kubik Kayu Ilegal di Nimbotong Disita | Pasific Pos.com

| 23 January, 2019 |

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Jan Jap Ormuseray. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Jan Jap Ormuseray.

Ratusan Kubik Kayu Ilegal di Nimbotong Disita

Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Ratusan kubik kayu hasil penjarahan di kawasan hutan di Kabupaten Jayapura, Papua disita Dinas Kehutanan.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya jumlah kayu sitaan di Nimbotong, Distrik Unurumguay Kabupaten Jayapura.


“Ya memang ada penyiataan ratusan kubik kayu salah satu perusahan kayu yang beroprasi diwilayah Nimbotong, barang bukti sudah kina police line,” kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Jan Jap Ormuseray ketika dikonfirmasi wartawan di Jayapura, Rabu, 3 Oktober 2018.


Ormuseray mengatakan, penangkapan ratusan kayu ilegal ini merupakan kegiatan rutin dari Dinas kehutanan sebagai bagian gerakkan nasional penyelamatan sumber daya alam Papua yang memang secara rutin dilaksanakan dalam pengawasan peredaran hasil hutan kayu.


Kata Ormuseray, berdasarkan hasil pengawasan atau patroli rutin di Kabupaten Jayapura tepatanya di Nimbotong, dimana pihaknya mendapatkan ada salah satu perusahan yang menampung kayu-kayu ilegal yang disimpan didalam kedi atau tempat pengering kayu.


Di perusahan itu, katanya, ada tempat pengering kayu, tetapi didalamnya mereka menyimpan ratusan kubik kayu pacakan, dan bahkan masih banyak tumpukan kayu disana yang diduga ilegal yang disimpan,”terang Ormuseray.


Selain kayu, lanjutnya, ada alat-alat yang mereka pakai untuk mengelola kayu-kayu ilegel tersebut. Sehingga sesuai dengan aturan maka pihaknya sudah lakukan police line oleh Pegawai Penyidik Negeri Sipil (PPNS) Kehutanan.


“Rata-rata kayu ini yakni jenis kayu Merbau dan linggua yang mana total keseluruhannya ada sekitar ratusan kubik. Semua kayu kayu tersebut merupakan kayu ilegal,” tegasnya.


Ditambahkan, perusahan kayu tersebut kita bekukan aktifitas, dan masuk dalam pengawasan Negara yang mana akan siap diproses sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.


“setelah dilakukan penyitaan dan proses penyidikan sudah tuntas, maka kayu ini selanjutnya akan dilakukan proses lelang,yang mana ini sesuai dengan arahan dari Kementrian Lingkungan Hidup,Kehutanan,KPK dan juga bapak Gubernur,yang mana kayu-kayu temuan atau sistaan ini untuk diproses lelang secepat mungkin,”ucapnya.

Dibaca 267 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.