Biro Administrasi Otsus Monev Dana Otsus Rp 24 Milyar Untuk Fakultas Kedokteran | Pasific Pos.com

| 17 August, 2019 |

Biro Administrasi Otsus Monev Dana Otsus Rp 24 Milyar Untuk Fakultas Kedokteran

Papua Barat Penulis  Selasa, 02 Oktober 2018 17:19 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Biro Administrasi Otonomi Khusus (Otsus) Setda Provinsi Papua Barat melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan pembangunan di tingkat kabupaten kota dan provinsi yang menggunakan anggaran dari dana Otsus.

Kepala Bagian Data dan Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Otonomi Khusus (Otsus) pada Biro Administrasi Otsus, Vitalis Yumte mengungkapkan, monitoring dan evaluasi ke tingkat kabupaten kota telah dilakukan, diantaranya di Kota Sorong, Kabupaten Sorong dan Kabupaten Maybrat.

“Sesuai jadwal monitoring hari ini (Senin kemarin,redkita lakukan monitoring dengan pihak Universitas Papua atau UnipaDalam monitoring ini kita mengevaluasi anggaran Otsus sebesar Rp. 24 miliar yang dialokasikan dari setiap kabupaten kota maupun provinsi untuk membiayai proses perkuliahan di Fakultas Kedokteran, Unipa Sorong dari tahun anggaran 2017-2018 sesuai dengan kesepakatan bupati dan walikota se-Provinsi Papua Barat,” ungkap Yumte kepada Tabura Pos usai melakukan monitoring di lantai II Direktorat Unipa, Manokwari, Senin (1/10).

Dicecar soal hasil monitoring, Yumte menjelaskan bahwa sebenarnya dengan anggaran yang ada tersebut belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di Fakultas Kedokteran Unipa.

Apalagi, fakultas tersebut baru dibuka di Tanah Papua, sehingga perlu mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah dan juga dariDana Alokasi Umum (DAU), DAK maupun dana-dana lain yang berasal dari pemerintah pusatagar ke depannya, fakultas kedokteranUnipa dapat mandiri dan bermutu dalam menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan yang selama ini masih menjadi keluhan masyarakat Papua di wilayah Papua Barat.

Yumte mengungkapkan, selain dana yang membiayai fakultas tersebut, pihaknya juga melakukan monitoring terhadap mahasiswa asli Papua yang ada di Fakultas Kedokteran Unipa Sorong, karena mahasiswa yang masuk ke fakultas kedokteran haruslah mahasiswa yang benar-benar memiliki minat dan kemampuan.

Dalam monitoring tersebut, mahasiswa asli Papua memang menjadi perhatian serius dari Bupati dan Walikota di Provinsi Papua Barat.Sehingga, setiap kabupaten dan kota mendapatkan kuota 3 orang mahasiswa untuk masuk ke Fakultas Kedokteran Unipa itu,” jelasnya.

Akan tetapi, sebutnya dalam laporan hasil monitoring ada 3 kabupaten kota yang tidak mengirimkan mahasiswanya masuk ke Fakultas Kedokteran tersebut.

“Ini sangat rugi, karena tidak memikirkan sumber daya manusia dibidang kesehatan. Bagi saya permasalahan Fakultas Kedokteran di Papua Barat tidak hanya berhenti pada 10 atau 20 tahun saja, tetapi masih diperlukan dukungan sampai 25 bahkan 50 tahun kedepan dan jika mereka sudah mandiri silahkan untuk berjalan sendiri, karena pada akhirnya kita masih membutuhkan sumber daya manusia dibidang kesehatan,” tukasnya.

Diungkapkannya, monev terhadap fakultas Kedokteran Unipa bertujuan untuk mensinkronkan visi misi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat karena orang nomor satu di Pemprov Papua Barat tersebut telah memberikan apresiasi dengan memberikan program affirmasi bagi orang asli Papua dibidang pendidikan.

Maka itu, beliau ingin melihat laporan penggunaan dana otsus selama ini sudah sejauh mana. Apakah benar peruntukannya, apakah sudah tepat sasaran kepada orang asli Papua atau tidak. Hasil monitoring akan kami laporkan kepada Gubernur dan masih banyak yang perlu dibahas dan diskusikan lebih lanjut dengan mitra pemerintah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” tandasnya. [FSM-R3

Dibaca 253 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.