Soal Pengelolaan Limbah Medis, Ini Kata Dinkes Kota Jayapura | Pasific Pos.com

| 23 September, 2019 |

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari. Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari.

Soal Pengelolaan Limbah Medis, Ini Kata Dinkes Kota Jayapura

Kota Jayapura Penulis  Selasa, 02 Oktober 2018 14:41 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

JAYAPURA - Limbah medis memiliki tingkat risiko pencemaran tertentu terhadap lingkungan karena termaksud kategori berbahaya dan beracun (B3).

"Selama ini kami pemusnahan limbah medis, kami bekerjasama dengan RSUD Jayapura, rumah sakit Dian Harapan karena memiliki incenerator atau mesin pemusnah limbah medis," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari di kantor Wali Kota Jayapura, Senin (1/10/18).


Menangani limbah medis bekas dari rumah sakit maupun Puskesmas tidaklah sembarangan, agar tidak menyebabkan masalah baru terutama yang terkait dengan kesehatan dan penyakit menular.


Apalagi, ujar Ni Nyoman prosedur pemusnahan limbah medis ini diperketat karena beresiko tinggi terhadap kesehatan dan bisa mengakibatkan kecacatan apabila penanganannya tidak sesuai standar operasional prosesur (SOP).


"Kami melakukan pengawasan ketat dan kontinu. Apalagi peraturan Kementerian terbaru tentang mekanisme pemusnahan semakin diperketat," kata Ni Nyoman.


Dengan adanya pembinaan kesadaran terhadap masyarakat akan pencemaran lingkungan karena limbah medis menjadi tanggung jawab bersama.


"Harusnya ada pihak ketiga yang menangani tapi kami baru menjajaki agar limbah medis berupa botol plastik, infus, jarum suntik, kaca preparat, infus set atau vial obat tidak mencemari lingkungan," kata Ni Nyoman.


Ni Nyoman menambahkan, limbah medis yang sudah dibakar, hasil pembuangan atau isolator sudah ramah lingkungan.


"Pembakaran di atas 600 derajat maka kuman sudah habis. Abunya saya rasa sudah ramah lingkungan kami masih koordinasi lagi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Jayapura," kata Ni Nyoman.

Dibaca 300 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.