Legislator Berharap Masalah Batas Wilayah Adat Segera Diselesaikan | Pasific Pos.com

| 18 October, 2018 |

Yonas Alfons Nussy (Foto Tiara,/Pasific Pos). Yonas Alfons Nussy (Foto Tiara,/Pasific Pos).

Legislator Berharap Masalah Batas Wilayah Adat Segera Diselesaikan

Lintas Daerah Penulis  Rabu, 26 September 2018 13:02 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

Jayapura, - Terkait masalah batas wilayah adat di Papua, Anggota Komisi I Komisi I DPR Papua bidang pertanahan, adat dan pemerintahan, Yonas Nusi berharap segera diselesaikan, sehingga tidak terjadi konflik.

Apalagi kata legsilator Papua ini, pihaknya telah berupaya mendorong bersama pemerintah agar setiap kampung memiliki batas wilayah dengan baik, agar tak ada sengketa antar suku termasuk dalam investasi.


"Banyak laporan yang kami terima terkait masalah perusahaan kayu karena perusahaan melewati batas wilayah kerjanya dan ini membuat masyarakat adat rugi," kata Nusi di ruang kerjanya, kemarin.


Untuk itu, pihaknya akan mendorong agar pihak terkait dan Pemda, bersama-sama merancang sebuah format bagaimana menata batas wilayah adat, karena sekarang banyak bergantung pada peta yang dulu dipakai Belanda.


"Ini harus segera diselesaikan agar tak menjadi konflik antar suku atau pemilik ulayat atau nantinya saat ada investasi. Ini penting didorong ke pemerintah," tandasnya.


Selain itu lanjut Nussy, juga perlu melibatkan antropologi Uncen dan universitas lainnya untuk melakukan kajian akademisi agar dalam penataan menghindari konflik.


Ditegaskannya, jika tidak menata batas wilayah hukum adat dengan baik, akan ada masalah nantinya.


Namun sambungnya, jika suatu kampung batas wilayah adatnya jelas, maka dia dapat menghitung potensi kekayaan alam di wilayahnya


"Kalau batas wilayah pemerintahan, sebenarnya yang perlu dilakukan dulu. Jadi batas wilayah adat itu perlu ditata dulu. Kalau sudah itu batas wilayah pemerintahan tinggal mengikuti batas administrasi sesuai dokumen yang ada," jelasnya. (TIARA)

Dibaca 62 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.