Para-para dan Rumah Adat Kampung Kayu Batu Diresmikan | Pasific Pos.com

| 18 October, 2018 |

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano saat meresmikan Para-para adat kampung Kayu Batu ditandai dengan pemukulan Kelambut. Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano saat meresmikan Para-para adat kampung Kayu Batu ditandai dengan pemukulan Kelambut.

Para-para dan Rumah Adat Kampung Kayu Batu Diresmikan

Kota Jayapura Penulis  Selasa, 25 September 2018 16:55 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

JAYAPURA - Pemerintah Kota Jayapura telah meresmikan Para-para adat dan rumah adat di Kampung Kayu Batu, Distrik Jayapura Utara, Selasa (25/9/18).

Peresmian tersebut ditandai dengan pemukulan Kelambut (alat musik khas kampung Kayu Batu) oleh Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano disaksikan oleh ondoafi, kepala kampung dan tamu undangan.


"Rumah adat dan Para-para adat yabg pembangunan melalui anggaran pendapatan dan belanja kampung Kayu Batu ini sebagai bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah khususnya di kampung Kayu Batu," kata Benhur.


Benhur mengungkapkan, dari periode pertama hingga saat ini sudah ada 132 rumah adat dan 10 Para-para adat yang sudah dibangun oleh Pemerintah Kota Jayapura, melalui kepemimpinan Wali Kota Benhur Tomi Mano.


"Saya harapkan Para-para adat dan rumah adat yang sudah dibangun agar dijaga dengan baik. Sebagai tempat untuk membahas semua kepentingan kampung," kata Benhur.


Pada keaempatan tersebut, Benhur menyampaikan kampung Kayu Batu sudah ditetapkan sebagai kampung tertib administrasi kependudukan dan mengelola dana kampung sebaik-baiknya.


"Melalui APBN dan APBD Kota Jayapura, pada 2017 dana kampung ada Rp58 miliar lebih untuk 14 kampung dan pada 2018 dana kampung menjadi Rp104 miliar lebih," kata Benhur.


Ondoafi kampung Kayu Batu, Ridolf Makanuay menyampaikan terimakasih kepada pemerintah Kota Jayapura dalam hal ini Wali Kota Benhur Tomi Mano, yang sudah membangun Para-para adat dan rumah adat di kampung Kayu Batu.


"Hadirnya Para-para adat ini sudah menghapus kesedihan anak-anak kampung Kayu Batu, yang rindu adanya Para-para adat. Sudah lama sekali kami menginginkan adanya Para-para adat," kata Ridolf.

Dibaca 70 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.