Pembangunan Gedung II DPR Papua Capai 49 Persen | Pasific Pos.com

| 18 October, 2018 |

Suasana acara syukuran Gedung II DPR Papua. Suasana acara syukuran Gedung II DPR Papua.

Pembangunan Gedung II DPR Papua Capai 49 Persen

Kota Jayapura Penulis  Senin, 24 September 2018 21:24 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

YPM : Akan Menjadi Icon Papua Yang Dihasilkan oleh DPR Papua

 

Jayapura : Pembangunan Gedung II DPR Papua yang berlantai 14 ini, diperkirakan sudah mencapai 49 persen hingga memasuki akhir September 2018.

Hal itu diketahui, saat Sekretariat DPR Papua melakukan kegiatan Topping of Ceremony yang dilakukan Ketua DPR Papua, diwakili Ketua Komisi V DPR Papua, Yan P Mandenas, SSos, MSi serta dihadiri sejumlah anggota DPR Papua, Sekretaris DPR Papua, Dr Juliana J Waromi, SE, MSi bersama staf dan managemen PT Brantas Adibraya, akhir pekan kemarin di lokasi Pembangunan Gedung II DPR Papua.


Ketua Komisi V DPR Papua, Yan P Mandenas, SSos mengatakan, jika pembangunan Gedung II DPR Papua itu ditargetkan akan selesai akhir tahun 2018.


Bahkan, proses pekerjaan fisik dari gedung yang berlantai 14 itu sudah 60 persen.


“Ya paling lambat bulan Desember 2018 ini, pembangunan gedung II DPR Papua ini sudah tuntas, sehingga nantinya anggoata DPR Papua yang baru periode 2019-2024 mereka masuk dan mendapatkan tempat yang layak untuk bisa berkerja dan meningkatkan kualitas pelayanan dalam tugas pengawasan legislasi,” kata Yan Mandenas


Politisi muda ini mengakui, dengan bertambahnya jumlah anggota DPR Papua dari periode ke periode ini, menunjukkan kapasitas gedung DPR Papua yang ada saat ini dengan lima lantai sudah tidak memadai lagi untuk menampung sejumlah anggota DPR Papua yang ada.


“Kita menyampaikan terima kasih kepada Sekwan dan para stafnya yang mana bisa melihat peluang kedepan untuk meningkatkan kualitas pelayanan anggota DPR Papua dalam tugas sehari-hari dari segi fasilitas pendukung,” ungkapnya.


Memurutnya, dengan selesainya pembangunan Gedung II DPR Papua itu, maka pihaknya sangat yakin akan memberikan warna tersendiri bagi suatu kemajuan dan semangat pembangunan dibidang kontruksi. Pasalnya ini menunjukkan dan meletakkan suatu sejarah baru di Tanah Papua.


Apalagi lanjut Yan Mandenas, selama ini belum ada gedung tertinggi seperti Gedung II DPR Papua yang dibangun 14 lantai. Tentu ini menunjukkan bahwa ada suatu kemajuan yang ditunjukkan melalui fasilitas pelayanan Pemerintahan yang akan memberikan dampak kepada semua stekholder yang berkepentingan untuk membangun Tanah Papua.


“Tentunya dengan sejarah satu bangunan tertinggi khususnya di Kota Jayapura dan akan menjadi icon Papua yang dihasilkan oleh DPR Papua, maka tentu bisa memberikan aspirasi kepada semua stekholder yang melakukan segala aktifitas pembangunan ekonomi dan sosial di Papua,” tandas Yan Mendenas.


Untuk itu, ia berharap, mudah-mudahan suatu saat Jayapura ini akan menjadi kota milenial yang modern, dengan demikian Kota Jayapura ini akan menjadi salah salah satu Kota di Provinsi Papua yang cukup terkenal di wilayah Asia-Pasifik.


“Harapan saya tidak hanya gedung yang kualitasnya bagus, tetapi kinerja dari para anggota DPR Papua ke depan lebih baik lagi dengan fasilitas gedung ini. Oleh karena itu, anggota DPR Papua yang baru nanti, tidak ada alasan bagi mereka untuk malas kerja lagi, tetapi harus lebih aktif dan proaktif untuk merespon masalah sosial, ekonomi dan masalah apapaun yang terjadi di masyarakat Papua,” harapnya.


Ditempat terpisah, Sekertaris DPR Papua, Dr Juliana J Waromi, SE, MSi mengungkapkan, selaku pengguna anggaran, artinya terutama PPK, pihaknya selalu berharap kontraktor yang mengerjakan gedung ini, kalau bisa maksimal, tidak lambat tapi kejar target sesuai yang diharapkan. karena terkait anggaran, pada prinsipnya selalu siap.


“Sampai topping of ceremony, laporan kontraktor sudah mencapai 63 persen. Tapi, bagi kami tidak. Nanti, setelah kami cek dengan konsultan dan pengawas, baru 49 persen progress. Jadi, alat-alat ada, tapi belum dikerjakan atau dipasang, jadi kami masih menilai progressnya masih 49 persen, karena itu harus dihitung,“ jelas Juliana Waromi.


Terkait soal target pembangunan Gedung II DPR Papua oleh kontraktor menargetkan akan selesai Desember 2018, namun Juliana Waromi mengaku tidak ingin mengalami hal seperti yang terjadi tahun lalu, saat dikerjakan PT Waskita Karya, yang ternyata targetnya meleset.


“Makanya, dia (Waskita) harus bayar dendanya selama 50 hari kalender sebesar Rp 500 juta lebih dikembalikan ke kas negara, sesuai audit BPK. Itulah sebabnya, saya tidak bisa ikuti target mereka sampai Desember, tapi saya ada kasih tenggang waktu sampai Februari 2019, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau tidak sesuai target, sehingga kita buat adendum hari,“ paparnya.


Yang jelas, lanjut Juliana Waromi, dalam pembangunan Gedung II DPR Papua ini, pihaknya terus melakukan pengawasan maksimal, apalagi pembangunan gedung baru itu, berada di depan mata.


Untuk pembangunan Gedung II DPR Papua, Juliana Waromi mengaku jika pada tahun 2017 sudah membayar kepada kontraktor sebesar Rp 73 miliar, sedangkan pada tahun 2018 ini, pada termin pertama sudah dibayarkan sebesar Rp 33 miliar plus uang muka yang dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya.


Namun tandas Juliana Waromi, pihaknya ingin pembangunan Gedung II DPR Papua ini, benar-benar sesuai target dan memperhatikan kualitas.


Pihaknya pun berharap, jika Gedung II DPR Papua ini bisa menjadi icon Papua dimasa kepemimpinan Gubernur Lukas Enembe - Klemen Tinal dan juga bisa bermanfaat termasuk adanya helypat untuk pendaratan helycopter mengantar pasien yang tentu lebih dekat dengan RSUD Jayapura.


"Selain itu, Peningkatan kinerja anggota dewan juga bisa terjawab. Kebijakan - kebijakan yang selama ini, dikeluarkan gubernur bersama dewan bisa teratasi baik, sepanjang fasilitas gedung memadahi, termasuk menerima aspirasi karena 1 anggota dewan menempati satu ruangan,“ terangnya


Sementara itu, Project Manager PT Brantas Abipraya, Ismanuel Lelomali mengklaim jika pembangunan Gedung II DPR Papua ini, sudah mencapai 60 persen sampai September 2018.


“Sampai saat ini, sudah mencapai 60 persen. Kita kerja dari 2017 akhir,“ kata Ismanuel.


Namun diakui, dalam pembangunan Gedung II DPR Papua tidak ada kendala berarti, termasuk masalah tender. Untuk struktur bangunan, sudah selesai semua.


Untuk itu, pihaknya menargetkan sampai akhir tahun 2018 bisa mencapai 98 persen atau 100 persen.


“Kami optimis tercapai target. Barang yang harus kami datangkan, semua sudah dilokasi. Karena kita antisipasi awal di transportasi atau ekspedisi, karena ada dari China, Jerman dan Swiss,“ ungkapnya.


Ismanuel menambahkan, dalam pembangunan Gedung II DPR Papua melibatkan 560 karyawan lebih, serta tenaga ahlinya sebanyak 12 orang termasuk dibantu dari Dinas PUPR.


"Jadi tinggal sisa waktu 3 bulan ini saja, tapi tentu yang sulit di finishing akhir, karena butuh ketelitian dan tenaga khusus,“ ujar Ismauel. (TIARA)

Dibaca 103 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.