Pemkab Jayapura Adakan Pertemuan Dengan PT RML | Pasific Pos.com

| 15 December, 2018 |

Suasana Pertemuan Antara Pemkab Jayapura dengan PT RML dan Masyarakat Distrik Unrum Guay, di Aula Lantai I Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (24/9/18) pagi Suasana Pertemuan Antara Pemkab Jayapura dengan PT RML dan Masyarakat Distrik Unrum Guay, di Aula Lantai I Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (24/9/18) pagi

Pemkab Jayapura Adakan Pertemuan Dengan PT RML

Kabupaten Jayapura Penulis  Senin, 24 September 2018 21:10 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

SENTANI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura mengadakan pertemuan dengan PT. Rimba Matoa Lestari (RML) dan masyarakat Distrik Unurum Guay, Senin (24/9/18) di Aula Lantai I Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Pertemuan itu memaparkan hasil kerjasama antara PT Rimba Matoa Lestari dengan Koperasi Aliya Abdekam melakukan program plasma atau lahan perkebunan kelapa sawit yang dikelola secara kemitraan sejak empat tahun lalu. PT Rimba Matoa Lestari menunjukkan komitmennya terhadap program plasma dengan menggandeng petani di Distrik Unurum Guay, Kabupaten Jayapura.


Komitmen ini mengacu amanat Undang-Undang serta kebijakan pemerintah yang menyebutkan bahwa perusahaan yang bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit wajib bermitra dengan masyarakat sekitar. Kemitraan ini dijalankan melalui prinsip pengelolaan kebun sawit berkelanjutan.


Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E, M.Si, ketika ditanya wartawan harian ini usai memberikan arahan mengutarakan, dalam pertemuan ini PT Rimba Matoa Lestari melaporkan kerjasama inti plasma yang dilakukan oleh mereka di Unurum Guay.


Ya, mereka ini melaporkan kerjasama inti plasma yang terjadi di perusahaan Rimba Matoa Lestari di Unurum Guay. Jadi, ada koperasi yang dikelola untuk melaksanakan 20 persen hak-hak masyarakat di dalam perusahaan tersebut. Tadi (kemarin) mereka sudah laporkan, tapi mereka masih lajutka pertemuan itu dengan melakukan diskusi-diskusi guna memantapkan pola kemitraan plasma itu, ujarnya.


Untuk itu, Bupati Mathius menyampaikan apresiasi tinggi dan ucapkan terima kasih kepada pihak perusahaan yang telah menggagas kerjasama dengan pola kemitraan.


Sekali lagi, kami juga sampaikan apresiasi untuk perusahaan yang sudah menggagas kerjasama ini dengan para petani. Sesuai dengan amanat Undang-Undang, 20 persen merupakan bagian untuk masyarakat dari pelayanan perusahaan di berbagai tempat, ucapnya.


Sudah empat tahun kerjasama koperasi ini berlangsung berdasarkan laporan yang kami terima. Dan, hari ini (kemarin) kita akan mendengar bagaimana pelaksanaan kerjasama itu terjadi di lapangan, bagaimana kita memenuhi amanat Undang-Undang bahwa masyarakat juga ikut berpartisipasi. Tapi, juga mendapat manfaat dengan kehadiran industri ini, sambungnya.


Karena itu, Bupati Mathius berharap, pihaknya bisa mendengar langsung informasi dari perusahaan, bagaimana kemitraan ini benar-benar terjadi sesuai dengan harapan dari amanat Undang-Undang dan juga sistem regulasi yang ada.


Saya melihat ini suatu kemajuan yang besar, karena ada 1000 petani plasma yang ikut terlibat dalam pola kemitraan ini. Nah, dari 1000 petani ini juga bisa kita mendapat gambaran seperti apa petani itu, berapa persen dari suku ini dan berapa dari suku ini dari masyarakat Unurum Guay. Terpenting lagi adalah pemilik hak ulayat yang ada di dlaam 1000 orang petani itu, karena tidak bisa keluar dari aturan Undang-Undang itu, tukasnya.

Dibaca 109 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.