BPKAD Pastikan Ada Pencairan Dana Hibah ke Bawaslu | Pasific Pos.com

| 18 October, 2018 |

BPKAD Pastikan Ada Pencairan Dana Hibah ke Bawaslu

Papua Barat Penulis  Senin, 24 September 2018 14:44 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Dalam penanganan kasus dugaan korupsi dana hibah di Bawaslu Provinsi Papua Barat dengan sumber APBD Provinsi Papua Barat Tahun Anggaran 2014 senilai Rp. 2 miliar sudah memasuki tahapan penyidikan.

Kasi Intelijen Kejari Manokwari, Abdi Reza F. Junus, SH, MH mengatakan, dalam proses penyidikan kasus itu, Kejari Manokwari dilibatkan dalam tim penyidik, termasuk dirinya.

“Sekitar 2 minggu lalu, kami bersama tim penyidik Kejati Papua melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang untuk diambil keterangannya sebagai saksi. Sesuai surat perintah penyidikan, ada 3 kegiatan di Bawaslu yang akan kami dalami,” ungkap Junus kepada Tabura Pos di Kantor Kejari Manokwari, belum lama ini.

Dalam pemeriksaan tersebut, Junus mengaku, pihaknya meminta keterangan dari pihak Pemprov Papua Barat guna memastikan asal anggaran yang disiapkan sebagai dana hibah untuk Bawaslu Provinsi Papua Barat.

Lanjut dia, Pemprov Papua Barat melalui BPKAD sudah memastikan jika benar pada 2014, ada pencairan dana hibah ke Bawaslu Provinsi Papua Barat sebesar Rp. 2 miliar. Ditambahkan Kasi Intelijen, disinyalir dana itu telah digunakan pihak Bawaslu Provinsi Papua Barat, tetapi sama sekali belum menyerahkan laporan pertanggungjawaban anggarannya.

Ia mengaku, penyidik Kejari Manokwari merasa kesal lantaran beberapa orang yang dipanggil dari Bawaslu Provinsi Papua Barat, tidak satu pun yang memenuhi panggilan penyidik.

“Ada 3 orang yang kami panggil sebagai saksi, tapi sampai sekarang tidak ada yang hadir, termasuk mantan Ketua Bawaslu Provinsi Papua Barat berinisial,” ungkap Junus.

Untuk itu, ia menegaskan, berdasarkan jadwal pemeriksaan, kemungkinan pada minggu berikut, penyidik Kejati Papua akan turun ke Manokwari dan bersama-sama penyidik Kejari Manokwari melakukan pemeriksaan lanjutan.

“Intinya, kami dari tim penyidik Kejari Manokwari dan Kejati Papua tetap mengejar untuk mengungkap kasus ini dengan memperhatikan unsur atau kesalahan yang terjadi,” tukasnya. [BOM-R1] 

Dibaca 193 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.