Pertamina Bangun 29 Proyek Strategis di Kawasan Timur Indonesia | Pasific Pos.com

| 21 July, 2019 |

Manager External Communication PT Pertamina, Arya Dwi Paramita. Manager External Communication PT Pertamina, Arya Dwi Paramita.

Pertamina Bangun 29 Proyek Strategis di Kawasan Timur Indonesia

Ekonomi & Bisnis Penulis  Minggu, 23 September 2018 17:36 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jayapura – PT Pertamina (Persero) membangun 29 proyek strategis yang dibagi dalam 4 kategori yakni pembangunan Terminal BBM (TBBM) dan pipanisasi, pembangunan Terminal LPG, perbaikan dan pengembangan sarana tambat dan pembangunan Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) bersama saranan penunjang lainnya.

Manager External Communication PT Pertamina, Arya Dwi Paramita mengatakan, Pertamina mengalokasikan dana lebih dari Rp36 triliun, dimana senilai Rp20 triliun untuk proyek strategis khususnya di wilayah Indonesia Timur.


Dari 29 proyek tersebut, sebanyak 10 proyek dengan nilai Rp4,9 triliun ditujukan untuk pembangunan TBBM dan pipanisasi guna mendukung suplai yang lebih efisien.


“Sebanyak 4 proyek diantaranya berlokasi di wilayah Timur Indonesia yakni pembangunan TBBM di Maumere, pengembangan TBBM Bau Bau, pengembangan TBBM di Biak serta penambahan tangki timbu di 14 lokasi lainnya di wilayah Timur Indonesia, “jelas Arya, melalui siaran persnya, Minggu (23/9/2018).


Sedangkan untuk pembangunan Terminal LPG sebanyak 12 proyek senilai Rp10 triliun guna mendukung program Konversi Minyak Tanah ke LPG di seluruh wilayah Indonesia.


Pembangunan proyek ini, kata dia, juga bertujuan untuk mengefisienkan pola suplai dengan menghilangkan Floating Storage and Offloading (FSO) yang selama ini digunakan sebagai media penampungan sementara.


“Khusus untuk wilayah timur Indonesia, Pertamina membangun 4 proyek Terminal LPG Pressurized di Bima, Kupang, Wayame dan Jayapura, “imbuh Arya.


Sementara untuk meningkatkan kehandalan operasi serta konektivitas antar pulau sejalan dengan pengembangan bandara baru, Pertamina tengah melakukan pembangunan 3 DPPU beserta dengan sarana penunjang lainnya senilai Rp 3,4 Triliun.


Sedangkan untuk meningkatkan kehandalan supply via laut, Pertamina saat ini mengeksekusi 4 proyek perbaikan dan pengembangan sarana tambat kepelabuhan senilai Rp 1,6 Triliun.


“Proyek-proyek tersebut saat ini sebagian besar telah berjalan, dan masuk pada tahap konstruksi, sedangkan sisanya pada tahap persiapan. Khusus tahun 2018 ini, berdasarkan RKAP yang telah disahkan oleh Kementerian BUMN sebagai pemegang saham, telah disediakan anggaran sebesar Rp 6 Triliun atau setara 462 juta USD, “ucapnya.


Guna mendukung investasi tersebut, pembiayaan proyek infrastruktur dilakukan oleh Pertamina dan anak perusahaannya. Sementara untuk kontraktor pelaksana, Pertamina bersinergi dengan BUMN Karya seperti Wijaya Karya, Barata Indonesia, Hutama Karya dan Rekayasa Industri (Rekin).


“Dengan sinergi, pembangunan berbagai proyek tersebut diharapkan selesai lebih cepat, sekaligus juga tidak membebani arus kas Perseroan, “pungkasnya. (Zulkifli).

Dibaca 426 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX