Bahas Pengamanan, Semua Pihak Diingatkan Ancaman Pemilu 2019 | Pasific Pos.com

| 22 February, 2019 |

Bahas Pengamanan, Semua Pihak Diingatkan Ancaman Pemilu 2019

Papua Barat Penulis  Kamis, 20 September 2018 14:27 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP -  Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Drs Rudolf Alberth Rodja memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) pengamanan pemilu tahun 2019 yang dilaksanakan di lantai 3 Aula Triton Polda Papua Barat, Rabu (19/9) siang.

Turut hadir dalam rakor, Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen Yoppi Onisimus Wayangaku, Kepala Kejaksaan Negeri Manokwari, Agus Joko Santoso,  Ketua KPU Papua Barat, Amus Atkana, dan Ketua Bawaslu Papua Barat, Ketua Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa, Alfredo Ngamelubun.

Selain itu, sejumlah pejabat tinggi Polri, TNI dan beberapa pimpinan maupun Perwakilan Parpol, beserta calegnya serta beberapa tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Kapolda, Melalui Karo Ops Polda Papua Barat, Kombes Pol Moch, Sagi Adhyakta, SH menyampaikan jumlah penduduk di Papua Barat mencapai 1.152.961 jiwa, dan secara wilayah TNI Polri akan melaksanakan pengamanan di beberapa wilayah di Papua Barat, yakni di 9 polres di Papua Barat dan 4 Kodim di bawah komando Kodam Papua Barat.

Ketua KPU Provinsi Papua Barat, Amus Atkana mengatakan, tahap pemilu telah berjalan. Dan, Polri melakukan pengamanan dan akan melaksanakan operasi Mantap Brata di bantu oleh Binmas khususnya di lokasi TPS.

Amus menilai, pemilu 2019 memiliki kompleksitas tersendiri karena dilaksanakan secara serentak. Sehingga, seluruh stakeholder terkait memiliki kewenangan untuk menciptakan pemilu yang berdaulat.

Ia memprediksi, ancaman yang kemungkinan muncul dalam Pemilu legislatif dan Pilpres 2019 dalam tahap penyelenggaraan adalah mulai dari daftar pemilih, kampanye, dan saat masa tenang, pemungutan suara, rekapitulasi perhitungan suara, penyelesaiain sengketa hasil Pileg dan Pilpres, hingga penetapan hasil Pileg dan Pilpres.

Disebutkan ancaman tersebut seperti salah dalam data pemilih, unjuk rasa, politik uang, black campaign, isu sara, teror dan sabotase, penggelapan suara, dan menolak hasil suara. Prediksi kamtibmas kalender Papua Barat, kami hanya mengingatkan saja bahwa di saat menjelang tutup tahun ini saat pelaksanaan kampanye, ada beberapa kalender yang harus di amankan oleh aparat. Karena kalender tersebut biasanya di laksanakan secara rutin setiap tahun," terangnya.

Beberapa data yang telah di himpun terkait DPT yang di duga akan mengalami perubahan, diantaranya DPR RI ada 42 caleg dari 16 parpol, DPD RI 10 caleg dapil Papua Barat, DPRD Provinsi sebanyak 602 caleg dari 16 Parpol, dan DPRD Kabupaten dan Kota ada ada 3.9 ribu lebih.

Lebih rinci Amus menyebutkan, DPT Papua Barat sebanyak 730. 981 orang yang terdiri dari laki-laki, sebanyak 380. 430 orang dan perempuan 350. 551 orang. Jumlah TPS sebanyak 3. 898, denga kategori yang dianggap daerah aman, rawan 1, rawan 2, daerah khusus.

Kategori aman sebanyak 1. 916 TPS, kategori rawan 1. 964 TPS, rawan 2 15 TPS dan kategori daerah khusus yang baru terdata hanya ada 3 TPS. “Namun data ini belum final, karena masih akan ada pendataan ulang," jelasnya.

Pengamanan TPS, personil sebanyak 2. 679 personil, untuk daerah aman, sekitar 995 personil, rawan 1 sebanyak 1. 645 personil, rawan 2 sebanyak 30 personil, dan daerah khusus ada sekitar 10 personil.

Saat ini Polda Papua Barat memiliki kekuatan PAM dan yang akan diturunkan adalah 2. 844 personil. Untuk kekuatan TNI berdasarkan kebijakan pimpinan, 2 hingga 3 dari kekuatan Polda Papua Barat. [CR45-R3] 

Dibaca 458 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.