Pencari Kerja Penting Miliki Sertifikasi Keahlian | Pasific Pos.com

| 18 October, 2018 |

Pencari Kerja Penting Miliki Sertifikasi Keahlian

Papua Barat Penulis  Kamis, 20 September 2018 14:23 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Untuk memudahkan dan mendukung dalam pekerjaannya, para pencari kerja penting memiliki sertifikasi keahlian kerja. Apalagi, perusahaan-perusahaan bonafit yang kini bermunculan di Papua Barat. Maka itu, menjadi factor penting bagi para tenaga kerja memiliki sertifikasi keahlian kerja.

Hal ini dibenarkan Kepala Dinas Kependudukan, Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Duknagkertras) Provinsi Papua Barat, Paskalina Jamlean kepada Tabura Pos belum lama ini.

Diungkapkannya, telah ada penerimaan ketenagakerjaan pada tren III BP Tangguh sesuai dengan Amdal yang dikhususkan bagi putra-putri asli Papua. Bagi pelamar, harus memiliki sertifikasi keahlian kerja. “Namun, mereka tidak memiliki sertifikasi keahlian kerja, maka mereka harus bekerja pada bidang non skill, atau petugas kebersihan dan semi skill,” jelas Jamlean di ruang kerjanya.

Jamlean menegaskan pihaknya akan berupaya untuk merubah situasi ini, sehingga ke depan penerimaan ketenagakerjaan pada tren IV BP Tangguh dan di perusahaan lainnya putra-putri Papua sudah siap kerja.

Terpisah, Ketua DPD Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) Provinsi Papua Barat, Yohanes Akwan mengatakan, telah beradar surat dari Consorsium Cioda, Saitem, Triparta dan Suluh Arji Engergi (CTST) terkait penerimaan tenaga kerja pada PT. Indocater tren 3 Tangguh.

Penerimaan dikhususkan kepada pencaker yang berasal dari ras melanisia dengan asal suku-suku di Papua, dan salah satu ibu  atau ayah asli Papua. Ironisnya, peluang yang tersedia, posisi Room Attendent sebanyak 16 orang dengan level semi skilled, posisi Janitor/Publik Area Attendant sebanyak 6 orang level Un skilled dan posisi laudry Attendant sebanyak 3 orang level semi skilled.

Menurutnya, perekrutan tenaga kerja khusus untuk cuci-cuci piring dan masak ini telah melanggar hak asasi serta melecehkan pendudukan yang ada di Papua dan Papua Barat. “Kenapa, karena mereka punya kemampuan hanya sebatas itu. bagi saya seharusnya tidak perlu dimasukan dalam surat. Cukup saja nanti pada saat perekrutan dan diatur dalam teknis pengendalian diarahkan ini khusus bekerja untuk bagian ini dan itu, tidak perlu dicantumkan dalam surat tersebut,” aku Akwan kepada Tabura Pos di ruang kerjanya, Rabu (19/9).

Ditegaskannya, banyak orang asli Papua yang sudah memiliki gelar sarjana, dan ahli. Hanya saja tidak diberikan ruang kepada mereka. “Kalau mengacu pada UU Otsus, aturannya 80 persen asli Papua dan 20 persen non Papua adalah hak dan kewenangan yang harus dilindungi semua orang,” tegas Akwan.

Akwan meminta, BP Tangguh untuk segera menegur dan mengklarifikasi surat CSTS tersebut. “Saya minta perusahaan mengklarifikasi apa tujuannya. Karena, kemampuan kami bukan hanya sebatas itu, ini sebuah pelecehan yang luar bisa terhadap kami. Kami hampir semua punya gelar sarjana dan ada yang ahli tambang dan lain sebagainya,” tukasnya seraya meminta Dinas Ketenagakerjaan dan pihak PB Tangguh segera mengklarifikasi surat tersebut. [FSM-R3] 

Dibaca 321 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX