dr. Iwan Winarto Jelaskan Hasil Visum Et Repertum Korban Hijriani Salsabila | Pasific Pos.com

| 18 October, 2018 |

dr. Iwan Winarto Jelaskan Hasil Visum Et Repertum Korban Hijriani Salsabila

Papua Barat Penulis  Rabu, 19 September 2018 14:00 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Persidangan kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap bocah perempuan berusia 11 tahun, Hijriani Salsabila dengan terdakwa, Hans Koromat kembali berlangsung panas di Pengadilan Negeri (PN) Manokwari, Selasa (18/9) sekitar pukul 14.00 WIT.

Proses persidangan yang dipimpin ketua majelis hakim, Faisal M. Kossah, SH ini beragenda pemeriksaan saksi ahli yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Manokwari, Benony A. Kombado, SH, MH, berlangsung tertutup untuk umum.

Usai persidangan, JPU menjelaskan, saksi ahli yang dihadirkan dalam persidangan yakni, dr. Iwan Winarto yang mengeluarkan hasil visum et repertum terhadap jenazah korban.

Ia menjelaskan, di persidangan, yang bersangkutan menjelaskan secara detail tentang hasil pemeriksaan yang tertuang dalam visum et repertum.

“Kesimpulan dari hasil visum et repertum menyatakan kematian korban, almarhumah Hijriani Salsabila diakibatkan trauma, disebabkan adanya benturan benda tumpul dan benda tajam di kepala korban,” jelas JPU kepada para wartawan di PN Manokwari, kemarin.

Selain itu, JPU menambahkan, dalam persidangan, dr. Iwan Winarto juga menerangkan bahwa pada saat diperiksa, di bagian kelamin korban terdapat memar akibat benturan benda tumpul dan terdapat cairan yang sudah diserahkan ke penyidik Polres Manokwari untuk dilakukan penelitian oleh dokter forensik.

Lanjutnya, di bagian anus korban juga terdapat memar dan lubang anus terbuka di arah jarum jam pukul 6 dan 12 atau bagian kiri anus korban, serta terdapat pula bekas benturan benda tumpul, dimana menurut keterangan saksi adalah kayu dan penis.

Ia menegaskan, semua keterangan yang diungkapkan saksi ahli di persidangan memperkuat terjadinya tindak pidana yang dilakukan terdakwa, Hans Koromat terhadap almarhumah, Hijriani Salsabila.

“Sesuai perintah mejelis hakim, dalam persidangan berikut kami akan menghadirkan saksi ahli DNA, Putut T. Widodo yang bertugas sebagai dokter DNA di Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri. Jadi, secepatnya kita akan layangkan surat pemanggilan terhadap yang bersangkutan,” kata JPU.

Ditanya apakah keterangan para saksi yang membenarkan perbuatan terdakwa akan menambah hukum dari terdakwa, Kombado mengatakan, memang tindakan keji yang dilakukan terdakwa semakin terbukti, tetapi pihaknya masih membutuhkan keterangan tambahan dari saksi ahli DNA sebagai acuan dalam memberikan hukuman yang berat terhadap terdakwa.

“Nanti kita lihat pada persidangan selanjutnya tanggal 2 November 2018 dengan agenda pemeriksaan saksi ahli,” katanya.

Sementara ibu korban, Sisilia Yarangga usai persidangan, tidak bisa berkata-kata, karena dari raut wajahnya masih terpancar perasaan duka mendalam akibat kehilangan anak tercintanya.

Dari pantauan Tabura Pos di PN Manokwari, sidang kasus ini, terdakwa mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap dari Satuan Brimob Polda Papua Barat dan Sabhara Polres Manokwari.

Ketika terdakwa akan memasuki ruang sidang PN Manokwari, terdakwa disambut caci maki dari pihak keluarga korban. Bahkan mereka berusaha memukul terdakwa, tetapi terdakwa berhasil dikawal dengan selamat hingga ke ruang persidangan.

Selama proses persidangan, pihak keluarga korban tidak perkenankan memasuki ruang persidangan dan diminta menjaga suasana aman sambil menunggu di ruang tunggu PN Manokwari.

Namun suasana tiba-tiba memanas setelah persidangan selesai dan terdakwa meninggalkan ruang sidang. Keluarga korban yang hendak menghakimi terdakwa dan terus melontarkan caci maki. Salah satu polisi yang mengawal terdakwa pun sempat beradu mulut dengan keluarga korban.

Akhirnya, terdakwa berhasil dimasukkan ke mobil tahanan dan dibawa menuju Lapas Kelas II B Manokwari, tetapi ketegangan masih saja terjadi antara pihak keluarga dan aparat kepolisian. Akhirnya, mereka semua membubarkan diri dengan aman dan tertib. [BOM-R1] 

Dibaca 391 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.