Kapolda Papua Barat Memimpin Pemusnahan 1.181 Liter Cap Tikus | Pasific Pos.com

| 18 October, 2018 |

Kapolda Papua Barat Memimpin Pemusnahan 1.181 Liter Cap Tikus

Papua Barat Penulis  Rabu, 19 September 2018 13:57 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol. Rudolf A. Rodja memimpin pemusnahan minuman keras (miras) jenis Cap Tikus (CT) yang dikemas dalam botol plastik, jerigen, dan gallon, Selasa (18/9).

Kapolda mengatakan, jumlah miras yang dimusnahkan ini sebanyak 1.181 liter hasil penangkapan anggota Ditresnarkoba Polda Papua Barat.

Diungkapkannya, miras yang dimusnahkan ini hasil sitaan dalam operasi gabungan di Kampung Arupi, Distrik Mpur, Kabupaten Tambrauw pada 23 Mei 2018. Miras itu disita dari tersangka berinisial BW sebanyak 150 liter, tersangka SM sebanyak 90 liter, tersangka PM sebanyak 190 liter, dan tanpa diketahui pemiliknya sebanyak 500 liter.

Ia menambahkan, ada juga miras lokal jenis Sopi hasil operasi di Kota Manokwari, tepatnya di Jl. Trikora, Arfai, Manokwari pada 25 Mei 2018 dengan tersangka MW sebanyak 76 liter beserta barang bukti miras sitaan anggota Polres Manokwari sebanyak 175 liter.

Ditegaskannya, atas perbuatan para tersangka, maka pasal yang dilanggar, yakni Pasal 204 Ayat 1 KUHP dengan pidana paling lama 15 tahun penjara dan Pasal 135 UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp. 4 miliar.

Orang nomor 1 di jajaran Polda Papua Barat ini mengaku, pemusnahan miras tahun ini termasuk yang paling parah dan riskan, karena jumlahnya banyak, ditambah kadar alkohol yang tinggi mencapai 71 persen.

“Permasalahan miras tidak akan pernah hilang apabila masih banyak yang mengonsumsi. Bukan hanya dari dalam, tapi banyak miras yang diproduksi, kemudian dibawa masuk ke Papua Barat. Beberapa waktu lalu, kita telah banyak menangkap miras yang diproduksi di rumahan dan jumlahnya tidak sedikit, karena bisa mencapai ratusan liter. Hal ini tentu selain dikonsumsi sendiri, diduga bahwa miras jenis CT ini memiliki nilai jual yang tinggi dan terbilang mahal,” kata Kapolda.

Untuk itu, ia mengimbau dan mengajak seluruh elemen supaya bersama-sama menghentikan kegiatan miras, karena setiap kali penangkapan, pasti ada orang yang terindikasi mengonsumsi dan memproduksi miras.

Lanjut dia, hal ini kemudian dimanfaatkan oknum-oknum tertentu dengan mengambil kesempatan meraup keuntungan.

Di samping itu, Rodja pun beharap tokoh agama dan tokoh masyarakat bisa memberikan nilai-nilai positif dalam kehidupan masyarakat, baik pendeta atau ustad supaya masyarakat sadar dan tidak terjerumus ke hal-hal negatif.

“Saya yakin masih banyak yang akan bermain kucing-kucingan dengan aparat kepolisian dan pemerintah untuk memasukkan miras ke Papua Barat,” ungkap Kapolda.

Ditegaskan Kapolda, Polda Papua Barat sia memberantas peredaran miras, karena sudah banyak korban yang ditimbulkan akibat miras. Bukan hanya masyarakat, tambah Rodja, beberapa aparat kepolisian juga pernah terjerumus dalam kasus miras.

“Maka dari itu, ini menjadi tugas dan tanggung jawab kita untuk memberantas miras di Provinsi Papua barat. Saya tekankan perlu juga ada kesadaran dari diri sendiri, karena ini untuk kepentingan bersama. Apabila kami temukan, tentu akan ditindak sesuai atiranm dan hukum yang berlaku,” pungkas Rodja.

Dari pantauan Tabura Pos, pemusnahan miras yang dilaksanakan di belakang Polda Papua Barat dihadiri sejumlah pejabat utama Polda Papua Barat, Kejaksaan Negeri Manokwari, Pengadilan Negeri Manokwari, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. [CR45-R1] 

Dibaca 570 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.