Akibat Hama Tikus, Warga Tani Lagari 3 Kali Gagal Panen | Pasific Pos.com

| 15 November, 2018 |

Akibat Hama Tikus, Warga Tani Lagari 3 Kali Gagal Panen

Papua Tengah Written by  Rabu, 19 September 2018 13:49 font size decrease font size increase font size 0
Rate this item
(0 votes)

NABIRE – Akibat hama tikus belum lama ini warga Kampung Maidey (Lagari SP 3) gagal panen Padi di puluhan hektar sawah, dengan kondisi hama tikus ini membuat warga tani di Kampung Maidey tidak melanjutkan menanam padi lagi pada sejumlah lahan sawah yang telah dicetak atas kerja sama Dinas Pertanian dan TNI-AD di Kampung Maidey.


Untuk itu pada kegiatan Tanam Serempak pada Sabtu (15/9), Kepala Distrik Makimi Fransiskus Douw, S.Sos, diwakili Sekretaris Suparno melaporkan gagal panen padi akibat hama tikus tersebut langsung kepada Sekda Kabupaten Nabire dan Kepala Dinas Pertanian, yang selanjutnya meminta agar pemerintah daerah ikut mencari solusi guna membasmi hama tikus.


Lanjut dikatakan Kepala Distrik Makimi, kegiatan percetakan sawah di wilayah Distrik Makimi telah dilakukan di 4 kampung, yakni Kampung Biha, Lagari Jaya, Maidey dan Kampung Manunggal Jaya, namun dengan kondisi hama tikus yang menyerang padi siap panen di Kampung Maidey akhirnya warga gagal panen.


Untuk itu, selaku Kepala Distrik Makimi bersama masyarakat petani meminta adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Nabire, dimana perlu adanya solusi untuk membasmi hama tikus yang ada. Sebab, dikuatirkan tikus akan kembali menyerang padi-padi petani yang ada di lahan satu maupun pekarangan yang kini di tanam dan siap panen.


Masyarakat petani Kampung Maidey pada hakekatnya ingin menanam padi diatas lahan yang telah dicetak oleh TNI-AD, namun dengan kondisi hama tikus yang masih ada membuat petani sangat ragu-ragu untuk kembali mengelola dan menanam padi, sehingga kini masyarakat Petani minta ada solusi atau cara lain membasmi hama tikus yang kini masih ada di sejumlah sawah yang telah dicetak. (des) 

Read 92 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.