Pemkab Yalimo Buka Pemukiman Baru di Jalan Trans Papua | Pasific Pos.com

| 25 September, 2018 |

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Yalimo, Yan Ukago Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Yalimo, Yan Ukago

Pemkab Yalimo Buka Pemukiman Baru di Jalan Trans Papua

Lintas Daerah Penulis  Jumat, 14 September 2018 15:49 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Pemerintah Kabupaten Yalimo berencana mengembangkan baru di daerah jalan trans Papua.

"Kawasan baru akan dibangun di wilayah Kamika, Distrik Benawa, daerah itu bisa dijadikan tempat istrirahat bagi kendaraan dari Jayapura-Wamena," jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Yalimo, Yan Ukago kepada wartawan di Jayapura, Jumat.


Dikatakan, jalan Trans Papua yang menghubungkan antara Kabupaten Jayapura dan Wamena, kurang lebih 400 kilometer melewati Kabupaten Yalimo.


Kamika yang berada di tengah hutan belantara, tentu perlu dibuka kawasan pemukiman baru. “secara psikologis kalau 20 kilo tidak masalah, tapi kalau sudah sampai 50 kilo atau 80 kilo di tengah belantara itu mesti ada pengembangan wilayah baru," jelasnya.


Lanjutnya, konsep pengembangannya tidak langsung menjadi seperti pembangunan di wilayah kota. Sebab ini merupakan hutan belantara, dimana hutan lindung juga harus dijaga. Jadi kita akan buat konsep, orang lewat sekaligus mereka juga bisa melihat langsung (berwisata) melihat kawasan hutan lindung.


Diakuinya, saat ini pihaknya telah mengundang konsultan yang berkompeten untuk melakukan desain perencanaan.


Menyoal jalan trans papua yang menjadi salah satu program Nawacita Presiden Joko Widodo untuk membuka keterisolasian Papua dan menurunkan tingkat kemahalan harga barang, diakui Yan, hampir 50 persen masuk wilayah Kabupaten Yalimo, lalu sepertiganya masuk wilayah Kabupaten Jayapura, dan sebagian lagi masuk wilayah kabupaten Jayapura dan Keerom.


"Sehingga kalau trans Papua dibuka, maka Kabupaten Yalimo akan menjadi wilayah pertama yang akan merasakan dampaknya. Misalnya saja harga semen yang sebelumnya mencapai harga Rp750 ribu/zak, sekarang Rp500 ribu, bisa jadi kalau jalan sudah dibuka akan turun sampai Rp300 ribu/zak. Belum lagi barang kebutuhan pokok lainnya yang juga akan ikut turun,"jelasnya.


Adapun jalur trans Papua sebagian besar yang dilewati adalah hutan belantara.


"Jadi kalau dari batas Kabupaten keerom, itu sudah masuk hutan belantara sampai disana melewati distrik Abenaho lalu ke ibukota Yalimo, Elelim kurang lebih 470 kilo, cukup jauh dikurangi keerom 20an kilo. Jadi kurang lebih 400 kilo itu hutan belantara yang dilewati kendaraan dari Jayapura-Wamena,"pungkasnya.


Sementara itu, Korem 172/PWY sarankan agar dibangun beberapa pos pengamanan.


Letda CZI Widodo mengatakan bahwa selama perjalanan ada beberapa titik yang perlu di waspadai terkait keamanan rombongan saat melakukan monitoring. "Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti gangguan terhadap pengguna jalan ini nantinya, dipandang perlu untuk membangun beberapa pos pengamanan atau pos bagi aparat keamanan," ujar Letda Widodo.


Diketahui, Jalan Jayapura-Wamena akan melewati kabupaten Keerom dan melewati kampung Woslay distrik Senggi kemudian melewati Taja Lereh di kabupaten Jayapura dan jembatan Meteor di kabupaten Mambramo Raya. Dari Mambramo Raya maka akan melanjutkan perjalanan ke kabupaten Yalimo.

Dibaca 58 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.