PA Manokwari Tangani 134 Perkara Perceraian | Pasific Pos.com

| 18 October, 2018 |

PA Manokwari Tangani 134 Perkara Perceraian

Papua Barat Penulis  Rabu, 12 September 2018 12:10 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Pengadilan Agama (PA) Manokwari sedang menangani 134 perkara yang diajukan sejak Januari hingga September 2018.

Humas PA Manokwari, Burhanudin SK mengatakan, dari 134 perkara perceraian yang diajukan, 120 perkara sudah mendapatkan putusan tetap.

Lanjut dia, dalam proses pengajuan perkara gugatan perceraian itu, rata-rata didominasi kaum perempuan dan jika dipersentasekan mencapai 60 persen dari jumlah kasus yang ada.

“Yang menjadi pemicu ingin bercerai, baik dari pihak perempuan atau laki-laki, itu sama, karena ada salah satu pihak yang meninggalkan pasangannya tanpa kejelasan dan tidak menafkahinya,” kata Burhanudin kepada Tabura Pos di ruang PA Manokwari, Senin (10/9).

Menurut salah satu hakim di PA Manokwari ini, apabila dalam perkara perceraian yang mengajukan gugatan pihak perempuan, maka ada hak yang tidak akan diperoleh yang bersangkutan.

“Dalam hal ini hak untuk mendapatkan nafkah mutlak atau mahar bagi si perempuan ketika ingin bercerai, hak untuk mendapatkan nafkah iddah atau masa pemulihan kandungan yang dibiayai pihak laki-laki selama 3 bulan, baik untuk pakaian, makanan, dan tempat tinggal,” jelas Buhanudin.

Sebaliknya, ia menerangkan, jika dalam perkara perceraian yang mengajukan gugatan adalah pihak laki-laki, maka pihak perempuan berhak mendapat nafkah mutlak, nafkah iddah, dan nafkah anak selama 3 bulan setelah putusan PA Manokwari.

“Yang kami harapkan sih, kalau ada timbul persoalan dalam rumah tangga, seharusnya ada upaya penyelesaian terlebih dahulu, sehingga tidak merugikan pihak perempuan atau laki-laki. Kalau memang sudah tidak bisa bersatu, baru dibawa ke ranah pengadilan,” tukasnya. [BOM-R1] 

Dibaca 224 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX