Ratusan Mahasiswa Puncak Jaya Lakukan Aksi Demo di DPR Papua | Pasific Pos.com

| 25 September, 2018 |

Suasana aksi demo di halaman Kantor DPR Papua (.Foto Tiara/Pasific Pos). Suasana aksi demo di halaman Kantor DPR Papua (.Foto Tiara/Pasific Pos).

Ratusan Mahasiswa Puncak Jaya Lakukan Aksi Demo di DPR Papua

Headline Penulis  Selasa, 11 September 2018 16:53 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(1 Voting)

 

Jayapura, - Pasca konflik perang, Ratusan Mahasiswa yang menamakan dirinya Gerakan Mahasiswa Puncak Jaya (GEMA-PUJA) lakukan aksi demo damai di halaman kantor DPR Papua Senin (10/9/18)

Demo itu lakukan terkait kondisi rill yang terjadi di Kabupten Puncak Jaya "Darurat Kemanusian"


Hal tersebut akibat dari konflik perang kelompok antara pendukung kepala kampung yang dikukuhkan dengan kepala kampung yang dicopot jabatannya di lingkungan Kabupaten setempat.


Atas kejadian itu, mengakibatkan banyak korban berjatuhan.


Koordinator Lapangan, Jhon Laurenzius Tabuni mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun oleh pihaknya, bahwa di daerah Tingginambut 10 orang meninggal dunia, Distrik Wowi 3 orang menunggal, Kalome 1 orang meninggal,Illu 1 orang meninggal dan 19 orang luka panah,Yamoneri 2 orang meninggal, Waegi 1 orang meninggal 1 orang luka panah, di Taganombak 2 orang luka panah,dan Nioga 2 orang meninggal dan 3 orang luka panah.


Bahkan dalam pernyataan sikap Gemapuja, Pengangkatan dan pemberhentian kepala desa, serta perpindahan sekretariat desa dinilai ada terjadi kekeliruan dan tidak berdasarkan UU no 6 tahun 2014 tentang desa.


Dengan alasan terebut, tegas Jhon Laurenzius Tabuni, maka pihaknya (Gemapuja se-Indonesia) menuntut kepada Gubernur, DPR Papua, MRP, Bupati dan Wakil Bupati, DPRD setempat, Presiden Gidi wilayah Yamo,klasis Mulia dan Yalu serta seluruh elemen Gereha TNI/Polri Puncak Jaya agar segera bertanggungjawab untuk mendamaikan konflik yang sedang terjadi di Kabupaten Puncak Jaya.


"Kemudian kami mendesak Pemerintah Provinsi segerah mengklarifikasi SK Bupati No 188.45/95/2018-2024 dan yang terakhir hapus sistem pemilihan Noken," tanda Jhon Laurenzius.


Namun lanjutnya, apabila tuntutan kami tidak diindahkan dengan tindakan tepat dalam waktu sesingkat-singkatnya maka Gemapuja akan memboikot Pemilihan Pilpres,dan Legislatif tahun 2019 khususnya di Kabupaten Puncak Jaya.


Setelah mendengar dan menerima aspirasi dari para pendemo Anggota Komisi I DPR Papua, Elvis Tabuni dari dapil wilayah tersebut mengatakan, ia mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh adik-adik mahasiswa yang peduli terhadap apa yang terjadi di Kabupaten Puncak Jaya.


"Kami dari DPR juga prihatin dengan kondisi yang sedang terjadi saat ini, oleh karena itu pernyataan sikap yang sudah disampaikan kami terima dan selanjutnya kami akan serahkan ke pimpinan dewan, karena kami tidak bisa mengambil keputusan sendiri, " ujar Elvis.


Elvis Tabuni menambahkan, jika dalam waktu dekat pihaknya akan memangil Bupati dan Wakil Bupati setempat.


"Kami juga akan memanggil Biro Pemerintahan Provinsi Papua dan pihak terkait lainnya, untuk duduk bersama guna membicarakan hal tersebut untuk bagaimana dapat menyelesaikan masalah tersebut," tandas Elvis. (TIARA)

Dibaca 159 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.