Gubernur Lantik PJ Bupati Deiyai | Pasific Pos.com

| 16 November, 2018 |

Gubernur Papua, Lukas Enembe saat melantik FX Mote sebagai Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Deiyai, Senin (10/9/2018). Gubernur Papua, Lukas Enembe saat melantik FX Mote sebagai Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Deiyai, Senin (10/9/2018).

Gubernur Lantik PJ Bupati Deiyai

Headline Written by  Senin, 10 September 2018 18:48 font size decrease font size increase font size 0
Rate this item
(0 votes)

JAYAPURA,- Gubernur Papua, Lukas Enembe melantik FX Mote sebagai Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Deiyai, Senin (10/9/2018).

Gubernur mengatakan, pelantikan penjabat bupati dilaksanakan karena telah habis masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Deiyai.


Gubernur meminta agar Pj Bupati Deiyai segera mengefektifkan pelaksanaan pemerintahan. Itu penting agar pelayanan terhadap masyarakat berjalan dengan baik.


"Mengefektifkan pelaksanaan pemerintahan, Kita ingin pelayanan publik di Deiyai berjalan dengan baik," ujar Gubernur dalam arahannya.


Gubernur Lukas juga mengingatkan Penjabat Bupati agar menjalankan pemerintahan dengan baik hingga pelantikan bupati definitif serta menjalin komunikasi bersama jajaran Muspida setempat.


"Bupati definitif harus melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat, memfasilitasi pelantikan Bupati dan jalin komunikasi yang baik dengan muspida setempat baik dandim, kapolres," pesannya..


Penjabat Bupati juga diingatkan untuk tidak melakukan mutasi pegawai kecuali mendapat persetujuan Menteri Dalam Negeri.


"Sekda (Deyai) sudah lakukan tugas dengan baik, Mendagri sudah keluarkan Surat Keputusan (SK) untuk pelantikan Penjabat makanya hari ini secara resmi kita lantik," ujar Gubernur Lukas.

Enembe juga mengimbau masyarakat Deyai agar dapat menerima FX Mote sebagai penjabat bupati.


"Jangan sampai pengalaman di Paniai (kabupaten) ada penjabat sudah habis masa jabatan tapi ngotot mau tetap jadi bupati. Jelas ini tidak bisa, harus dimengerti. Sebab jabatan Gubernur Bupati itu tidak sama dengan kepala suku. Ini hirarkinya jelas dari pusat ke daerah. Jadi kalau sudah letakkan jabatan, juga harus tinggal segala bentuk kelengkapamn dinas," tegas Lukas dengan nada tinggi.


Gubernur Lukas menyampaikan terima kasih kepada Bupati, Dance Takimai dan Wakil Bupati, Agustinus Pigome yang telah melaksanakan tugasnya selama lima tahun sejak 20 agustus 2013 hingga 20 agustus 2018.


"Terima kasih buat bupati dan wakil bupati lalu yang selama lima tahun telah menjalankan pemerintahan pembangunan sebagaimana visi mis Papua bangkit mandiri dan sejahtera," ucapnya.


Menurut Gubernur Lukas, sejatinya Pilkada di Kabupaten Deyai, Puncak dan Juga Mamberamo Tengah telah berakhir namun karena ada perkara yang digulirkan di Mahkamah Konstitusi sehingga belum ada keputusan tetap terkait pilkada.


Oleh karenanya untuk mengisi kekosongan jabatan, mengingat masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati kabupaten Deyai telah berakhir per 20 agustus kemarin, makanya harus disegerakan melakukan pelantikan penjabat.


"Sekali lagi saya tekankan semua PNS harus tunduk dan patuh terhadap setiap kebijakan Penjabat Bupati sebab sudah ada SK Mendagri jadi jangan semaunya," pungkasnya.


Hadir dalam acara pelantikan Kapolda Papua, Irjen Pol. Martuani Sormin Siregar, Wakil Gubernur, Klemen Tinal, Sekda Hery Dosinaen, perwakilan Forkopimda lainnya serta jajaran pemerintah dan DPRD Kabupaten Deiyai


Diketahui, FX Mote sehari hari menjabat sebagai Kepala Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Papua. Sebelumnya, FX Mote juga pernah menjabat sebagai Penjabat Bupati Kabupaten Waropen pada 2016 lalu.

Read 170 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.