DI Wamena, Bandar dan Pengecer Togel Diciduk | Pasific Pos.com

| 15 November, 2018 |

Dua dari empat orang pelaku saat diperiksa oleh penyidik Sat Reskrim Polres Jayawijaya. Dua dari empat orang pelaku saat diperiksa oleh penyidik Sat Reskrim Polres Jayawijaya.

DI Wamena, Bandar dan Pengecer Togel Diciduk

Kriminal Written by  Kamis, 30 Agustus 2018 21:17 0
Rate this item
(0 votes)

JAYAPURA,- Aparat Kepolisian Resor Jayawijaya berhasil meringkus Tiga orang pria yang diduga sebagai pengedar dan pengecer togel saat sedang bertransaksi di Komplek Olala, Jalan Hom-hom Wamena, Rabu (29/8) sore.

Keempat orang tersebut yakni AW (20), NK (28), TK (19) dan DL (39) yang diduga sebagai bendar, selain mengamankan empat orang pelaku polisi juga berhasil menyita barang bukti berupa uang tunai senilai Rp.16,9 Juta serta dua rekapan anggka hasil penjualan togel.


Kapolres Jayawijaya melalui Kaur Bin Ops Sat Reskrim Polres Jayawijaya Ipda Andi Amrin mengungkapkan keempatnya ditangkap saat anggota Polres melaksanakan patrol rutun dan mendapati para pelaku sedang melakukan transaksi pembayar hasil penjualan togel.


“Keempatnya ditangkap saat anggota Polres sedang melaksanakan patroli rutin dan sesampainya di Komplek Olala Jalan hom - hom Wamena, anggota melakukan pengecekan terhadap masyarakat yang sedang berkumpul - kumpul didepan kios dan mendapatkan orang - orang yang sedang melakukan transaksi penjualan kupon Togel selanjutnya Patroli mengamankan tiga pengecer,” terang Andi, Kamis (30/8) siang.


Kata Andi setelah mengamankan tiga pelaku dan diintrogasi didapatkan informasi bahwa hasil jualannya disetorkan kepada bandar yang berada Komplek Pemda Jayawijaya.


"Untuk sementara Pengepul dan Bandar Togel sudah diamankan di Mapolres Jayawijaya guna proses hukum lebih lanjut," ungkpanya.


Dirinya pun menambahkan atas perbuatannya ketiga pelaku dijerat dengan pasal 303 KUHP tentang perjudian dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

Read 106 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.