Ketua DPRP Kecam Pelaku Penembakan Dua Anggota TNI di Tingginambut | Pasific Pos.com

| 21 July, 2019 |

DR Yunus Wonda SH MH. DR Yunus Wonda SH MH.

Ketua DPRP Kecam Pelaku Penembakan Dua Anggota TNI di Tingginambut

Headline Penulis  Kamis, 23 Agustus 2018 21:50 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Yunus Wonda : Membunuh TNI, Belum Tentu Besok Papua Merdeka

 

Jayapura, - Pelaku penembakan yang mengakibatkan dua anggota TNI tewas di Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, beberapa hari lalu, mendapat kecaman dari Ketua DPR Papua, DR Yunus Wonda SH MH.

Bahkan Politisi Partai Demokrat ini tidak membenarkan tindakan dengan mengambil nyawa orang, apapun alasannya, karena bukan hak manusia.


"Saya sangat mengutuk tindakan-tindakan yang selalu membuat keadaan tidak nyaman di Papua. Hari ini mereka lakukan, tapi yang jadi sasaran atau dampaknya adalah rakyat yang tidak nyaman,“ tegas Yunus Wonda di DPR Papua kepada Wartawan usai memimpin rapat internal di ruang Banggar DPR Papua, Kamis (23/8/19).


Menurutnya, mereka yang melakukan penembakan itu, tentu akan lari, namun rakyat yang tidak tahu apa-apa bisa menjadi korban di tempat itu. Itu membuat rakyat tidak nyaman lagi.


Dengan kondisi-kondisi itu, tandas Yunus Wonda, membuat DPR Papua mengutuk tindakan-tindakan tersebut, karena membuat rakyat tidak nyaman.


"Saya pikir menghilangkan nyawa orang, tidak membuat besok pagi Papua merdeka. Itu tidak ada. Kalau berjuang, ya berjuang tapi yang bermartabat dan berwibawa. Jangan dengan menembak. Hari ini bagi saya itu bukan perjuangan, itu kriminal yang sudah tiap tahun kelakuan itu terus ada,“ tandasnya.


Untuk itu, legislator Papua ini meminta agar semua pihak menghentikan cara-cara kekerasan tersebut. Itu tidak boleh, apalagi dilakukan pada hari minggu, di saat orang Papua melakukan ibadah.


"Hentikan itu. Karena itu tidak benar. Ini bukan perjuangan. Jadi jangan anggap bangga bunuh tentara. Itu tidak, karena menghilangkan nyawa orang itu bukan milikmu, tapi milik Tuhan,“ tegasnya.


Oleh karena itu, Yunus Wonda meminta kepada mereka yang berseberangan untuk menghentikan cara-cara kekerasan tersebut.


"Kalian bikin, terus pergi. Tapi rakyat yang jadi korban di tempat itu. Rakyat yang jadi korban. Terus setelah itu, kami harus bicara banyak untuk salahkan TNI dan Polri. Hari ini saya sampaikan hentikan model begini, teman-teman yang berseberangan di pegunungan, TPN dan OPM, berhenti dengan cara penembakan, karena membunuh orang bukan membuat Papua merdeka besok pagi, itu tidak ada cerita. Yang ada, anda membuat luka baru dan anda membuat persoalan baru bagi masyarakat disana. Masyarakat tidak bisa beraktifitas, padahal mereka tidak tahu apa-apa,“ kesalnya.


Yunus Wonda menambahkan, siapapun dia, baik TNI dan Polri maupun TPN/OPM, tidak satu orang pun berhak mengambil nyawa orang. (TIARA)

Dibaca 489 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.