Pasca Penembakan, Bupati Pastikan Puncak Jaya Aman | Pasific Pos.com

| 18 November, 2018 |

Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda didampingi Kapolres AKBP Ary Purwanto. Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda didampingi Kapolres AKBP Ary Purwanto.

Pasca Penembakan, Bupati Pastikan Puncak Jaya Aman

Lintas Daerah Written by  Selasa, 21 Agustus 2018 03:11 0
Rate this item
(0 votes)

JAYAPURA,- Bupati Puncak Jaya, Yuni Wonda memastikan situasi keamanan di wilayah puncak Jaya aman. “Puncak Jaya sudah aman, masyarakat tetap melakukan aktivitas seperti biasanya, sementara aparat keamanan terus melakukan penjagaan disetiap titik terutama di wilayah kota mulia,"kata Bupati Yuni didampingi Kapolres AKBP Ary Purwanto kepada wartawan, Senin (20/8/2018).

Mewakili Pemerintah dan Masyarakat, Bupati Yuni menyampaikan turut berbelasungkawa atas tewasnya dua anggota TNI yang tertembak oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di jembatan Tingginambut, kampung Tingginime, Distrik Tingginambut kabupaten Puncak Jaya, Minggu (19/8).


Kasus penembakan terhadap dua anggota TNI dari Satgas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) yakni Letda Inf Amran Blegur dan Pratu Fredi, merupakan yang kesekian kalinya terjadi dan dilakukan oleh kelompok KKB yang selama ini melancarkan teror penembakan di wilayah Puncak Jaya.


"Selaku pimpinan daerah mewakili pemerintah dan masyarakat sangat sesalkan sebab masih saja ada oknum yang berpikiran dan melakukan tindakan seperti itu. Ini diluar dugaan dan kami mengutuk keras kejadian ini," ucapnya.


Menurut Yuni, sejak kepemimpinannya pada Desember 2017, dirinya intens berkoordinasi bersama jajaran Muspida setempat baik Kapolres, Dandim serta pimpinan DPR dalam upaya mengantisipasi pergerakan kelompok ini dan terus melakukan upaya persuasif Bupati Yuni menceritakan, menyambut perayaan Hut ke- 73 RI lalu, pemerintah menggelar berbagai lomba yang melibatkan masyarakat. Bahkan tiga hari sebelum hari kemerdekaan 17 Agustus, pihaknya bersama jajaran Kepolisian dan TNI rutin menggelar razia alat tajam yang sering dibawa masyarakat ke dalam kota Mulia, ibukota kabupaten Puncak
Jaya.


Diakui Yuni, perayaan hut kemerdekaan tahun ini memang agak berbeda karena pihak pemerintah memberikan kekebasan kepada masyarakat untuk terlibat didalamnya. "Upacara berjalan aman dan lancar," ujar Yuni.


Diakuinya, saat peristiwa terjadi, dirinya sedang berada di Jayapura untuk mengikuti sebuah acara yang digelar pemerintah provinsi Papua.


"Kami berharap seluruh masyarakat tetap tenang. Sebab yang terjadi adalah ulah dari oknum yang tidak bertanggung jawab yang sengaja ingin membuat daerah puncak jaya tidak aman,"imbaunya.


Yuni menambahkan pemerintah puncak Jaya telah memberikan bantuan pesawat untuk mengevakuasi kedua korban. Selain itu juga diberikan sedikit bantuan biaya untuk mendukung kelnacaran pemakaman.


Di kesempatan itu, Yuni mengaku saat ini kebijakan pusat terkait penanganan kelompok kriminal bersenjata di wilayahnya berbeda dengan yang sebelumnya.


"Kemarin beda kita diperintahkan oleh kapolri, dan mendagri juga panglima dan para pimpinan dipusat bahwa konsep yang dibangun kemarin itu harus pendekatan secara emosional, kekeluargaan dengan beberapa kebijakan. Salah satunya pengikut kelompok yang dulu, banyak yang sudah kita rekrut, berdayakan pekerjakan mereka di satpol pp, maupun pekerjaan jalan mereka yang awasi,"akunya


Kapolres Puncak Jaya, AKBP Ary Purwanto juga turut menyampaikan ucapan belangsungkawa dan duka yang mendalam atas tewasnya dua prajurit TNI saat mengemban tugas menjaga NKRI "Ini merupakan tantangan bagi kami selaku kapolres yang baru. Ke depan kita harus lebih bersinergi lagi baik dari rekan tni, unsur pemda baik dalam upaya preemptif dan preventif," ujar Ary yang baru tiga hari menjabat sebagai Kapolres Puncak Jaya ini.


Dia mengharapkan untuk masyarakat agar tetap tenang dan mempercayakan pengamanan dan stabilitas keamanan kepada jajarannya bersama TNI.


"Kami unsur muspida akan berupaya semaksimal mungkin agar kejadian tidak terulang lagi ke depan," tegasnya.


Sebelumnya, Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI George E Supit telah memerintahkan jajaran Kodam XVII/Cenderawasih untuk mengejar Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata KKSB (TPNPB/OPM) yang berbasis di hutan pedalaman Papua.


Hal itu dilakukan menyusul gugurnya dua anggota TNI di Distrik Tingginambut, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Minggu (19/8/2018), akibat ulah Kelompok KKSB, yang menyergap rombongan TNI ketika hendak melalukan aksi sosial kepada masyarakat.

Read 316 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.