Para Pelaku Perampokan di Maruni Mulai Menjalani Proses Persidangan | Pasific Pos.com

| 16 November, 2018 |

Para Pelaku Perampokan di Maruni Mulai Menjalani Proses Persidangan

Papua Barat Written by  Kamis, 16 Agustus 2018 22:14 0
Rate this item
(0 votes)

Manokwari, TP – Kasus perampokan dan penganiayaan atas terdakwa, Alex Iwanggin, Daud Untung Tandirerung, Yohanes Petrus Mansawan, almarhum Niko Nauri, dan Sandi Koffiay di kediaman Obet Rompis, Jl. Trikora, Maruni, Manokwari, Sabtu (31/3) sekitar pukul 04.00 WIT, mulai menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Manokwari, Rabu (15/8).

Jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Manokwari, Petra Wonda, SH menjelaskan, dalam kasus ini, dakwaan untuk para terdakwa dibuat secara terpisah.

Dirincikannya, terdakwa, Alex Iwanggin, Daud U. Tandirerung, dan Yohanes P. Mansawan diduga terlibat tindak pidana percobaan pencurian, sementara almarhum Niko Mauri dan Sandi Koffiay diduga terlibat tindak penganiayaan terhadap calon korban pencurian.

Mengenai kronologis kejadian, terang Wonda, pada Sabtu (31/3), Alex Iwanggin dan Daud Tandirerung berada di Sanggeng, bertemu almarhum Niko Mauri dan Sandi Konffiay.

“Kemudian, terdakwa, Niko Mauri bertanya kamu mau bikin apa, jawab terdakwa Alex Iwanggin, mau mencari (mencuri, red), tetapi tidak ada alat palu dan pahat,” ungkap Wonda kepada Tabura Pos di ruang kerjanya, kemarin.

Lalu, Alex Iwanggin dan Daud Tandirerung mengantar almarhum Niko Mauri ke rumahnya untuk mengambil alat yang dimaksud Alex Iwanggin. Mereka pun bertolak ke Borarsi untuk membeli minuman keras (miras) dan melanjutkan perjalanan ke Maruni.

Sesampainya di Maripi, tambah Wonda, Alex Iwanggin melihat salah satu terdakwa sedang berjalan dengan saksi Raja Nasaret Huwae, lalu meminta mereka naik ke mobil mengonsumsi miras, kemudian berangkat ke Jl. Trikora Maruni menumpang mobil Toyota Avanza Veloz warna putih dengan nopol DD 1104 GF.

Alex Iwanggin lalu meminta 2 terdakwa lain turun dari mobil untuk mengambil lemari es yang terdapat di dalam rumah atau kios korban. Beberapa menit kemudian, salah satu terdakwa kembali ke mobil dan mengatakan ada orang di dalam rumah, sehingga Niko Mauri dan Sandi Konffiay serta Yohanes Mansawan tidak jadi mengambil lemari es yang dimaksudkan Alex Iwanggin.

Ditambahkan Wonda, setelah mobil berjalan sekitar 20 meter, Alex Iwanggin bertanya kepada Niko Mauri soal parang dan Niko Mauri mengatakan jika parang tertinggal di rumah korban.

Akhirnya, Alex Iwanggin meminta David Tandirerung memutar mobil dengan tujuan mengambil parang di rumah korban. Sesampainya di kios atau rumah korban, Niko Mauri dan Sandi Koffiay memutar lewat samping kios dan mengambil parang melalui tripleks yang sudah dibongkar sebelumnya.

Saat Niko Mauri kembali ke mobil, pemilik rumah mengejar dan sempat terjadi perkelahian. Niko Mauri pun mendekati pemilik rumah dan mengeluarkan gunting dari saku celana dan menikamkan gunting itu ke arah pemilik rumah.

Akibat terkena tikaman gunting, pemilik rumah terjatuh, sedangkan Niko Mauri kembali ke mobil. Sesampainya di Maripi, Niko Mauri mengaku ditikam pemilik rumah, lalu Daud Tandirerung membalikkan mobil dan mengantarnya ke RSUD Manokwari, kemudian meninggalkannya. Dikatakannya, atas perbuatan terdakwa, Obet Rompis menderita luka tusuk di leher belakang bagian kiri dan luka lecet di lengan kiri dan kanan.

Atas perbuatannya itu, Niko Mauri dan Sandi Koffiay dijerat Pasal 170 Ayat 2 KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 tahun. “Almarhum Niko Mauri dan Sandi Koffiay bersama-sama melakukan penganiayaan secara bersama-sama terhadap pemilik rumah, sehingga mereka dikenakan Pasal 170 terkait pengeroyokan,” ujar JPU.

Ditambahkannya, untuk terdakwa, Alex Iwanggin, Daud Tandirerung, dan Yohanes Mansawan, diancam Pasal 363 Ayat 2 KUHPidana jo Pasal 53 KUHP dengan ancaman kurungan 5 tahun pidana penjara. [FSM-R1] 

Read 253 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.