Terkait Proyek TNTC, Masyarakat Yerisiam Gua Nyatakan 3 Sikap | Pasific Pos.com

| 15 November, 2018 |

Terkait Proyek TNTC, Masyarakat Yerisiam Gua Nyatakan 3 Sikap

Papua Tengah Written by  Rabu, 15 Agustus 2018 23:26 font size decrease font size increase font size 0
Rate this item
(0 votes)

NABIRE - Guna meminimalisir terjadinya konflik yang akan terjadi di wilayah adat Yerisiam Gua, Kabupaten Nabire dan pada kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC), tepatnya akan dibangunnya Whale Shark Center, masyarakat Yerisiam Gua menyatakan 3 sikap dan 1 poin untuk penyelesaiannya sebagai jalan tengah.

Atas nama masyarakat dan Kepala Suku Besar Yerisiam Gua, Sekretaris Roberthino Hanebora dalam siaran persnya yang diterima media ini semalam menyebutkan, Suku Besar Yerisiam Gua adalah suku yang mengalami beberapa proses dan history panjang di pesisir Kabupaten Nabire. Dalam era perang Hongi, masuknya Injil, peralihan Pepera dan kini dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan sekarang ini menetap di Kampung Sima, Distrik Yaur Kabupaten Nabire, Papua yang juga berada dalam kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih. Sejarah panjang tersebut pernah menceritrakan hampir sebagian besar (80%) wilayah di pesisir Nabire dikuasai Suku Besar Yerisiam Gua yang sebagian wilayahnya diserahkan kepada orang Yaur yang kini menetap dan menjadi orang Kampung Kwatisore, termasuk wilayah yang kini dikelola Balai Besar Taman Nasional untuk dijadikan destinasti pariwisata Hiu Paus, seperti Pantai Wagi, Sowa, Kali Lemon dan lainnya.


Beberapa bulan terakhir ini, pihaknya mendengar tujuan dari Balai Besar TNTC di wilayah Sowa, Distrik Yaur akan membangun resort obyek pariwisata sebagai sebuah upaya memanfaatkan potensi keindahan wilayah TNTC dengan membangun ‘Whale Shark Center’ yang katanya dirancang secara lengkap dan multifungsi untuk pusat penelitian Hiu Paus, pembinaan nelayan sekitar dan juga program lainnya.


“Kami sangat mengapresiasi tujuan mulia dari balai besar TNTC tersebut, namun kami melihat tujuan baik ini akan berujung pada sebuah konflik horizontal di tengah masyarakat sekitar akan status lokasi rencana pembangunan resort Whale Shark Center di wilayah Sowa tersebut. Karena status wilayah Sowa bukan milik person/perorangan, melainkan wilayah tersebut diawasi dan dikuasai oleh beberapa suku besar di wilayah sekitar termasuk, Suku Besar Yerisiam Gua yang mempunyai history panjang terkait wilayah tersebut pada masa perang honggi atas kepimilikan,” tulisnya.


Untuk meminimalisir terjadi konflik pada wilayah tersebut akan proyek TNTC ini, maka tegasnya kami menyampaikan beberapa hal menjadi sikap tegas masyarakat Yerisiam Gua, yakni pertama, meminta Balai Besar TNTC menghentikan rencana pembangunan Whale Shark Center sebelum ada pembicaraan secara terbuka dan transparan kepada Suku Besar Yerisiam Gua dan juga pihak-pihak berkompeten lainnya, terkait tujuan, manfaat, komitmen keterlibatan dan mahar/harga akan lokasi tersebut bagi masyarakat adat sekitar taman nasional.


Ini mengingat, urainya, Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otsus Bagi Provinsi Papua, bab (XI), Perlindunagan Masyarakat Adat, Pasal 43, telah mengatur dan juga sebagai landasan proteksi bagi masyarakat adat Papua, sehingga perlu dipatuhi dan dihormati oleh setiap aktivitas diatas tanah adat di Papua.


Kedua, kami meminta Balai Besar TNTC segera melakukan pertemuan dengan waktu yang tidak begitu lama, sehingga kejelasan dan juga klarifrkasi dapat dilakukan terhadap kami masyarakat pemilik akan rencana pembangunan Whale Shark Center tersebut. Ketiga, masyarakat Yerisiam Gua meminta Balai Taman Nasional Teluk Cenderawasih untuk tidak menggunakan klaim penguasan (Hak Taman Nasional Teluk Cenderawasih) untuk mengatur serta merta wilayah adat.
Karena sesuai dengan Deklarasi Hari Masyarakat Adat pada tanggal 9 Agustus 2018 di Jayapura Papua (kemarin) menyampaikan temanya , ‘Trada Sejengkal Tanah Tra Bertuan di Tanah Papua’, maka hal tersebut menjadi catatan penting bagi balai besar TNTC.


Imbuhnya, berdasarkan point 1, 2 dan 3, maka masyarakat Yerisiam Gua meminta Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih dengan serius menanggapi penyampaiaan dan sikap tegas ini, sehingga sebuah tujuan baik ini biasa berjalan juga dengan baik. Tidak menutup kemungkinan apabila penyampaian sikap kami ini diabaikan akan mengambil upaya-upaya hukum positif lainnya. (wan) 

Read 73 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.