Legislator : Tak Perlu Panik Dengan Masalah Ospek Uncen | Pasific Pos.com

| 25 September, 2018 |

Ketua Komisi I DPR Papua, Ruben Magai. Ketua Komisi I DPR Papua, Ruben Magai.

Legislator : Tak Perlu Panik Dengan Masalah Ospek Uncen

Headline Penulis  Selasa, 14 Agustus 2018 19:40 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(4 voting)

Ruben Magai : Itu Bagian Dari Sosialisasi Sejarah Papua

 

Jayapura, - Ketua Komisi I DPR Papua, Ruben Magai menilai kegiatan Ospek di Universitas Cenderasih (Uncen) Jayapura yang mengenakan bintang kejora serta yel yel Papua merdeka masih dalam batas wajar-wajar saja , sehingga tidak perlu di besar-besarkan apalagi panik.

Bahkan menurut legislator Papua itu, ini menggambarkan kalau anak Papua semakin menyadari sejarahnya.


"Ospek di Fakultasi Fisip Uncen itu, saya pikir wajar-wajar saja, karena selama ini pemerintah memberikan pendidikan sejarah yang dilakukan bangsa lain. Tentang kemerdekaaan Indonesia," kata Ruben Magai kepada Wartawan di ruang kerjanya, Selasa (14/8/18).


Apalagi lanjut Ruben, orang asli Papua juga punya sejarah sendiri, sehingga generasi Papua tidak bisa dipaksakan sejarah yang tak pernah mereka alami. Jadi mereka sudah semestinya tahu sejarahnya.


"Misalnya di Ambon orang Ambon peringati RMS, Di Sulawesi, Manado dan Aceh. Mereka juga semua punya kelompok yang disebut separatis," tandasnya.


Meskipun kata Ruben Magai, selama ini orang Papua hanya diajarkan sejarah Soekarno dan Hatta, tapi mereka juga punya sejarah sendiri.


Bahkan tandas Ruben, apa yang dilakukan pada saat ospek fakultas Fisip Uncen, hanya mencoba bagaimana kebebasan dalam politik dan ingin mengetahui sejarah mereka sendiri.


"Jadi tak lah perlu ditanggapi negatif, biasa-biasa saja. Dulu orang Papua, Ambon, Sumatere, Sulawesi, Manado kami semua ada di bawah jajahan belanda. Setelah 1961, Indonesia menggagalkan negara boneka buatan Belanda di Irian Barat dan 1962 penandatangan New York Argemen kemudian ditindaklanjuiti dengan referendum yang kemudian diubah menjadi Pepera," paparnya.


Menurutnya, jika sekarang ingin menutupi sejarah Papua, itu sulit karena sudah tercatat baik dalam arsip dunia. Sehingga orang Papua jangan dipakasa melupakan sejarahnya.


Apalagi ke depan tambahnya, ada hal tertutup selama ini akan terbuka, sehingga jangan kaget.


"Jadi tak perlu panik, karena apa yang dilakukan oleh Fisip Uncen itu bagian dari sosialisasi sejarah Papua," tekannya. (TIARA)

Dibaca 555 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.