Ospek Pakai Atribut Papua Merdeka Diluar Sepengetahuan Kampus Uncen | Pasific Pos.com

| 18 November, 2018 |

Rektor Uncen, Dr. Ir Apolo Safanpo, ST.MT memberikan klarifikasi terkait pemakaian atribut Papua Merdeka saat pelaksanaan Ospek atau Program Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2018 bagi mahasiswa baru. Rektor Uncen, Dr. Ir Apolo Safanpo, ST.MT memberikan klarifikasi terkait pemakaian atribut Papua Merdeka saat pelaksanaan Ospek atau Program Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2018 bagi mahasiswa baru.

Ospek Pakai Atribut Papua Merdeka Diluar Sepengetahuan Kampus Uncen

Headline Written by  Selasa, 14 Agustus 2018 18:45 font size decrease font size increase font size 0
Rate this item
(0 votes)

JAYAPURA,- Rektor Uncen, Dr. Ir Apolo Safanpo, ST.MT memberikan klarifikasi terkait pemakaian atribut Papua Merdeka saat pelaksanaan Ospek atau Program Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2018 bagi mahasiswa baru.

Dia mengakui, pemakaian atribut Papua Merdeka diluar sepengetahuan pihak kampus. Menurutnya, ada kelompok atau pihak tertentu yang sengaja melakukan intervensi terhadap panitia ospek di tingkat fakultas untuk melakukan hal yang tidak sesuai dengan Standar Operasional (SOP) dan Prosedur PKKMB sebagaimana mengacu pada keputusan menteri tentang pedoman pelaksanaan PKKMB di perguruan tinggi.


" kegiatan yang tidak sesuai dengan pedoman PKKMB dan SOP Uncen tahun 2018 adalah melanggar peraturan yang berlaku di lingkungan universitas cenderawasih Jayapura," tegas Apolo yang dalam keterangan persnya didampingi sejumlah Dekan Fakultas, Selasa, (14/8/2018).


Dikatakan, pelaksanaan Ospek yang digelar, Senin 13 Agustus 2018 bertempat di Auditorium Universitas Cenderawasih yang diikuti lebih dari tiga ribu dari total sembilan ribu lebih mahasiswa baru.


"Jadi yang kemarin itu (Senin) Pra PKKMB itu meliputi sosialisasi atau penjelasan tentang SOP PKKMB , latar belakang pelaksanaan, tujuan pelaksanaan, sasaran yang ingin dicapai, waktu dan tempat pelaksaan, materi dan pemateri beserta kelengkapan atributyang harus dibawa," jelasnya.


Menyoal atribut dan yel yel papua merdeka yang sempat viral di media sosial, Apolo secara tegas menyatakan tindakan tersebut jelas bertentangan dengan ideologi negara dan bangsa. Oleh karena itu, saya akan memanggil para dekan, pembantu dekan III, ketua BEM (badan eksekutif mahasiswa) untuk dimintai keterangan termasuk dari mahasiswa baru tentang hal yang dimaksud," ujar Apolo.


Secara tegas, Rektor mengatakan, mahasiswa yang terbukti melakukan tindakan melanggar peraturan akademisi, tata kehidupan kampus maka akan diberikan sanksi yang tegas.


"Dan apabila melakukan tindakan kriminal atau tindakan lain yang bertentangan dengan ideologi negara maka kami akan proses sesuai hukum. Oleh karena itu kami akan bekerjasama dengan pihak Kepolisian untuk mengusut kasus ini,"tegasnya.


Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Uncen, Nomensen Mambraku menegaskan kelompok yang melakukan intervensi bukanlah terbentuk dalam lingkungan kampus.


"Mereka membentuk diri diluar kemudian menempatkan diri dalam kampus dengan identitas yang tidak jelas," ujar Mambraku.


Karena hal itu, Rektor tidak bisa mengambil keputusan yang tegas dalam mengambil langkah yang berhubungan dengan sifat tindak pidana. Sebab perbuatan kriminal adalah kewenangan kepolisian. "Jadi yang hanya bersifat akademik, peraturan akademik, pertentangan dengan mahsiswa dna peratutan akademik itu yang punya kewajiban rektor,"jelasnya.


"Kampus ini milik bersama masyarakat papua. Terutama orang papua oleh karenanya mari kita sama sama menjaga kampus ini sebagai bagaian dari mencerdaskan kehidupan orang papua,"ajaknya.

Read 343 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.