Penumpang Tewas Jatuh dari Ojek, Massa Blokade Jalan Condronegoro | Pasific Pos.com

| 25 September, 2018 |

Aksi blockade jalan dan membakar ban di Jl. S. Condronegoro, Manokwari, Minggu (12/8). TP/BOM Aksi blockade jalan dan membakar ban di Jl. S. Condronegoro, Manokwari, Minggu (12/8). TP/BOM

Penumpang Tewas Jatuh dari Ojek, Massa Blokade Jalan Condronegoro

Papua Barat Penulis  Senin, 13 Agustus 2018 20:08 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Warga di Kompleks Swapen Bahari, Kabupaten Manokwari memblokade jalan dan membakar ban di Jl. Sujarwo Condronegoro, Kabupaten Manokwari atau di depan bekas markas Polda Papua Barat, Minggu (12/8) sore.

Aksi tersebut merupakan buntut kekesalan warga karena Ibu Kambu (50 tahun), meninggal dunia, setelah terjatuh dari ojek yang ditumpanginya. Massa meminta pertanggungjawaban tukang ojek atas insiden yang dialami Ibu Kambu.

Salah satu warga, Yanto mengatakan, akibat terjatuh dari ojek, korban meninggal dunia. Lanjut dia, ketika korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis, pelaku yang diduga tukang ojek, melarikan diri dan tidak diketahui keberadaannya.

Dari pantauan Tabura Pos di TKP, aksi blokade dilakukan di depan Pengadilan Negeri (PN) Manokwari hingga ke jalan masuk depan Kompleks Makassar, sehingga warga yang mengendarai kendaraan bermotor, terpaksa memutar balik.

Setelah menerima informasi terjadi pemblokadean jalan, aparat gabungan TNI dan Polri mendatangi lokasi dan berusaha menenangkan massa dan meminta warga membuka palang, tetapi permintaan itu ditolak massa.

Massa pun meminta aparat kepolisian segera menemukan pelaku dan menghukumnya sesuai hukum yang berlaku, termasuk meminta pertanggungjawaban pimpinan ojek atas insiden tersebut.

Setelah 4 jam melakukan pemblokadean, massa membubarkan diri sekitar pukul 20.00 WIT, tetapi di TKP masih dijaga ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap untuk mengantisipasi hal-hal yanbg tidak diinginkan. Keluarga korban, Yance Kambu mengatakan, pihak keluarga korban sangat menyayangkan manajemen ojek di Manokwari yang rancu.

“Kematian memang proses Tuhan, tetapi yang menimpa tante saya hari ini, sangat tidak manusiawi. Ojek tugasnya mencari uang, tetapi harus hati-hati, apalagi saat kejadian, tukang ojek tidak menolong, tapi malah melarikan diri,” kata Kambu kepada para wartawan di TKP, semalam.

Tantenya, kata dia, ditemukan warga sekitar dan dibawa ke RSAL, dr. Azhar Zahir, Manokwari untuk mendapatkan pertolongan medis.

Dirinya menyayangkan sikap pihak kepolisian, karena sejak pukul 13.00 WIT, korban dilarikan ke rumah sakit, tetapi tidak ada upaya nyata dari pihak kepolisian untuk memediasi dengan tukang ojek dimaksud.

Ia menegaskan, dari kacamata hukum, seharusnya pihak kepolisian mengambil tindakan riil untuk mencari terduga pelaku guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kami harapkan hanya seperti itu, kalau belum ada tindakan nyata, besok kami akan ke Polres untuk menuntut kejelasan hukum,” tukasnya.

Secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Manokwari, AKP Indro Rizkiadi yang dikonfirmasi Tabura Pos via ponselnya, semalam, mengaku belum bisa memberikan keterangan, karena masih dinas luar kota. [CR45***/BOM-R1] 

Dibaca 155 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.