Pencarian 1 Penyelam yang Hilang di Perairan Pulau Mansinam, Nihil | Pasific Pos.com

| 25 September, 2018 |

Pencarian 1 Penyelam yang Hilang di Perairan Pulau Mansinam, Nihil

Papua Barat Penulis  Senin, 13 Agustus 2018 20:06 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Kiatwansyah (42 tahun), seorang penyelam, dinyatakan hilang di perairan Pulau Mansinam, Kabupaten Manokwari, Jumat (10/8) sekitar pukul 14.00 WIT.

Pria asal Batam ini dinyatakan hilang ketika melakukan cek kemampuan di sekitar perairan pantai Salobar, Pulau Mansinam bersama rekan-rekannya yang merupakan tamu dari KM Kurabesi Explorer (kapal jenis Phinisi).

Mengenai kronologis kejadian, Kasat Polair Polres Manokwari, Iptu Aris Patandung menjelaskan, Jumat (10/8) sekitar pukul 12.00 WIT, sebanyak 11 penyelam, tamu dari KM Kurabesi Explorer melakukan penyelaman di perairan pantai Salobar dipandu 3 orang guide.

“Sekitar 10 menit melakukan penyelaman di kedalaman 5 meter, korban kembali muncul ke permukaan karena terdapat sedikit masalah pada alat penyelamannya,” ungkap Patandung kepada para wartawan di sela-sela pencarian di sekitar perairan Pulau Mansinam, Minggu (12/8).

Kemunculan korban ke permukaan diikuti seorang guide untuk memastikan alat penyelaman, tetapi korban menyampaikan kepada guide tidak ikut lagi.

Kasat Polair menjelaskan, atas permintaan korban itu, guide kembali ke air dan membiarkan korban beristirahat sejenak di permukaan air. Namun, tidak beberapa lama, korban kembali turun ke air tanpa diketahui guide.

Diutarakannya, sekitar pukul 13.30 WIT, semua penyelam sudah kembali berkumpul di permukaan air, tetapi korban belum terlihat dan setelah dilakukan pengecekan ke kapal, ternyata korban tidak ada.

“Melihat korban tidak ada, beberapa rekan korban kembali melakukan pencarian, tetapi tidak ditemukan, sehingga dilaporkan ke Basarnas, selanjutnya berkoordinasi dengan kami untuk melakukan pencarian,” terang Patandung.

Dikatakannya, Minggu (12/8) merupakan hari ketiga korban dinyatakan hilang dan telah dilakukan berbagai upaya pencarian tim gabungan, yakni penyelam Satpolair Polres Manokwari, Basarnas, Community Mollo Manokwari dibantu rekan-rekan korban, tetapi hasilnya nihil.

Selain melakukan pencarian di bawah laut, ungkap Patandung, pihaknya juga menyisir permukaan laut seluas 30 mile dari lokasi korban dinyatakan hilang memakai 3 kapal Satpolair, 2 Sea Rider Basarnas, dan 1 skoci, tetapi belum membuahkan hasil.

“Hari ini, kita sisir sampai ke perairan Oransbari, tetapi belum ada tanda-tanda penemuan korban. Sesuai ketentuan, pencarian akan dilakukan selama 7 hari, tetapi nanti kita berkoordinasi lagi dengan Basarnas selaku ketua tim pencarian,” tukasnya.

Sementara Kepala Kantor SAR Manokwari, G. Leo Mercy Randang membenarkan jika setelah melakukan operasi SAR, hingga Minggu sore, korban belum ditemukan.

“Ini hari ketiga pencarian dan operasi sudah dilakukan begitu maksimal dengan melibatkan berbagai unsur pendukung. Namun sampai pukul 17.00 WIT, hasilnya masih nihil,” kata Randang kepada para wartawan di KM Kurabesi Explorer, kemarin.

Ia menjelaskan, operasi akan dilakukan selama 7 hari, tapi jika korban masih belum ditemukan, maka akan dilakukan monitor bersama kelompok nelayan di seluruh daerah pesisir pantai guna mengetahui tanda-tanda penemuan jenazah korban.

Meski begitu, ia menegaskan, pihaknya akan terus memberikan pelayanan untuk melakukan pencarian hingga jenazah korban ditemukan, jika pihak keluarga menginginkan hal tersebut.

Humas Basarnas, M. Hairul menambahkan, pencarian dilakukan 2 arah, yakni di permukaan air dan penyelaman, dimana radius pencarian diperluas. Untuk pencarian di permukaan air, radiusnya diperluas kurang lebih sampai 3 mile, sedangkan menyelam ditambah menjadi 30 meter.

“Tim yang menyelam sekitar 12 orang, sedangkan kalau pencarian di atas permukaan ada sekitar 20 personil gabungan,” terangnya dalam pesan WhatsApp-nya, kemarin.[BOM/SDR-R1] 

Dibaca 205 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.