Gereja Bahtera Utrech Pulau Lemon di Bangun | Pasific Pos.com

| 20 April, 2019 |

Gereja Bahtera Utrech Pulau Lemon di Bangun

Papua Barat Penulis  Senin, 13 Agustus 2018 20:02 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Pembangunan Gedung Geraja baru Jemaat Bahtera Utrech ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan saat menghadiri ibadah syukuran dimulainya pembangunan Gedung Geraja Bahtera Utrech di Pulau Lemon, Sabtu (11/8).

Kedatangannya di Pulau Lemon disambut antusias oleh seluruh Jemaat Bahtera Utrech dengan prosesi pengalungan bunga dan injak piring sebagai tanda penghormatan terhadap Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur mengatakan, semua Jemaat harus mempunyai tanggung jawab yang sama dalam mendukung percepatan pembangunan Gedung Geraja baru Jemaat Bahtera Utrech.

“Mari, saya ajak kita semua membuka tangan untuk mendukung dan membantu pembangunan Gedung Geraja Batra Utrech sehingga bisa cepat selesai dan digunakan untuk memuji dan memuliakan Tuhan,” ajak Gubernur.

Dikatakannya, pembangunan tidak dapat selesai hanya melalui doa, untuk itu selain mendukung lewat doa patutlah juga memberikan dukungan melalui bantuan material meskipun secukupnya.

Menurut orang nomor satu di jajaran Pemerintahan Provinsi Papua Barat ini, untuk mendukung percepatan pembangunan, semua unsure dalam jemaat pun harus diberi tangungjawab, baik unsure pelayanan pria, wanita, pemuda atau pun anak.

“Semua harus bergotong-royong mencari dana, kegiatan apa pun yang mau dilaksanakan dipersilakan asalkan resmi dan mendapat persetujuan Panitia dan Klasis GKI, pasti kita di Pemerintahan juga mendukung,” ujarnya.

Gubernur melanjutkan, Pemerintah Provinsi Papua Barat juga memiliki tanggung jawab yang sama untuk mendukung pembangunan Rumah Ibadah, bukan hanya Gereja tetapi Juga Masjid, Pura, Wiraha dan Rumah Ibadah Agama yang lain.

Dengan demikian, Panitia Pembangunan Gedung Geraja baru Jemaat Bahtera Utrech dipersilahkan untuk memasukan Proposal agar bisa dibantu sesuai dukungan dana yang ada di APBD. “Masukan Proposal dilengkapi rincian anggaran dan rab pembangunan serta ada persetujuan Ketua Panitia dan Klasis dan Sinode , supaya kita bisa bantu. Sebab tahun 2016 lalu Pemerintah kecolongan karena mencairkan dana Rp. 1 miliar untuk pembangunan Gedung Gereja bohongan. Saya tidak ingin kejadian ini terjadi,” tegas dia.

Dituturkan Gubernur, saat ini sudah banyak lembaga keagamaan yang muncul, ada yang resmi dan ada pula yang tidak resmi. Untuk itu Sinode GKI Tanah Papua dan Klasis Manokwari harus segera menyikapi persoalan ini.

Dirinya meminta, Rapat kerja keagamaan juga harus segera dilakukan sehingga proses pembangunan Gereja baru bisa di data dan diserahkan ke Pemerintah sebagai arsip untuk mengeluarkan bantuan. “Karena kalau tidak segera dilakukan, nanti kita kecolongan lagi seperti Tahun-tahun sebelumnya,” tandas Gubernur. [BOM-R3] 

Dibaca 386 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX