Listrik Disegel, Pedagang Pasar Mama Papua Lakukan Aksi Tutup Jalan | Pasific Pos.com

| 16 August, 2018 |

Aksi mama-mama pedagang di Pasar Mama - Mama Papua yang sempat memalang jalan, lantaran protes karena listrik di tempat itu diputus oleh PLN, Jumat (10/8/18). Foto Tiara/Pasific Pos. Aksi mama-mama pedagang di Pasar Mama - Mama Papua yang sempat memalang jalan, lantaran protes karena listrik di tempat itu diputus oleh PLN, Jumat (10/8/18). Foto Tiara/Pasific Pos.

Listrik Disegel, Pedagang Pasar Mama Papua Lakukan Aksi Tutup Jalan

Kota Jayapura Penulis  Jumat, 10 Agustus 2018 21:27 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

 

Jayapura : Lantaran pihak PLN melakukan penyegelan lampu di Pasar Mama Mama Papua, membuat para pedagang Mama Mama Papua yang berjualan di Pasar itu naik pitam yang kemudian secara spontan melakukan aksi penutupan jalan dengan menggunakan kayu dan balok, Jumat (10/8/18) kemarin sore.

Pasar Mama Mama Papua yang berada di Jalan Percetakan Negara Kota Jayapura ini, diprakarsai oleh Presiden RI, Ir Joko Widodo itu, dan kemudian diresmikan oleh Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano.
 

Aksi protes ini dilakukan oleh puluhan Mama Mama Papua karena kecewa lantaran listrik mati total.


Akibat aksi penutupan jalan itu, sempat membuat kemacetan cukup parah. Namun, beruntung aparat kepolisian segera datang dan menenangkan para pedagang Pasar Mama - Mama Papua, sehingga mereka membuka jalan tersebut.

Para pedagang Pasar Mama - Mama Papua itu, memprotes PLN yang telah menyegel meteran listrik di lokasi mereka jualan, Jumat (10/8) siang kemarin.
 

Kepada Wartawan, koordinator Aksi Frengky Warer, mengakui jika mama - mama pedagang yang ada di Pasar Mama - Mama Papua ini secara spontan mengekspresikan kekecewaannya dengan memalang jalan, setelah listrik diputus olah PLN.
 

Bahkan ia membeberkan, kalau Pasar Mama - Mama Pedagang Papua sudah menunggak listrik selama 4 bulan terakhir ini, dengan total tagihan rekening listriknya diperkirakan mencapai Rp 60 juta.
 

“Totalnya saya tidak tahu persisi, tapi diperkirakan diatas Rp 60 juta tunggakan listrik di Pasar Mama Mama Papua yang belum dibayar itu,“ bebernya.
 

Namun Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemkot Jayapura untuk menyelesaikan tunggakan pembayaran rekening listrik di Pasar Mama Mama Papua tersebut.
 

“Pak Wakil Wali Kota bilang kita tunggu sampai pukul 18.00 WIT, kalau memang belum ada tindakan, nanti diminta konfirmasi balik ke beliau. Beliau juga bilang lagi koordinasi dengan PLN untuk sementara dikasih nyala dulu listriknya,“ ujar Frengky.
 

Yang jelas, kata Frengky, pengelolaan Pasar Mama - Mama Papua itu diserahkan kepada Disperindag Kota Jayapura.
 

“Jadi, mama-mama pedagang ini tidak ingin listrik diputus, karena mereka jualan malam hari. Kalau mati ya kasian mereka. Jadi, aksi tadi spontanitas saja. Pasar ini kan dibangun presiden, kan lucu hanya karena masalah listrik saja membuat mama-mama ribut,“ ketusnya.
 

Sementara itu, salah seorang pedagang, mengaku tidak ingin listrik yang ada di pasar tempat ia jualan diputus.
 

Untuk itu, ia minta Pemkot Jayapura untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut.
 

“Ya, kami tidak ingin listrik diputus total. Makanya, kami protes,“ tandasnya.
 

Namun dari hasil pantauan Pasific Pos di lapangan, sekitar pukul 17.30 WIT, listrik di Pasar Mama - Mama Papua itu, sudah menyala kembali dan para pedagang sudah melakukan aktifitasnya seperti biasa. (TIARA)

Dibaca 51 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.