Selisih Suara 8,6 Persen Gugatan Paslon No 3 Biak Numfor Ditolak | Pasific Pos.com

| 16 August, 2018 |

Selisih Suara 8,6 Persen Gugatan Paslon No 3 Biak Numfor Ditolak

Headline Penulis  Jumat, 10 Agustus 2018 20:46 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Jakarta, - Selisih jumlah perbedaan perolehan suara antara pemohon dengan pasangan calon peraih suara terbanyak sebanyak 8,6 persen sehingga dewan hakim Mahkamah Konstitusi pada sidang Jumat (10/8) menyatakan menolak gugatan pemohon.

Dijelaskan dalam putusan yang dibacakan majelis hakim bahwa selisih paling banyak 2% x 58.503 suara (total suara sah) = 1.170 suara. Namun, perolehan suara pemohon adalah 19.824 suara, sedangkan perolehan suara pihak terkait (pasangan calon peraih suara terbanyak) adalah 24.892 suara, sehingga perbedaan perolehan suara antara Pemohon dan Pihak.

Terkait adalah (24.892 suara – 19.824 suara) = 5.068 suara (8.6%) sehingga lebih dari 1.170 suara.
Pemohon dalam gugatan ini adalah pasangan calon nomor urut tiga atas nama Nichodemus Ronsumbre dan Ir. Akmal Bachri Hi Kalabe yang memberikan kuasa kepada Habel Rumbiak, S.H., SpN, Advokat & Konsultan Hukum.


Tidak Memiliki Legal Standing


Majelis Hakim Konstitusi yang terdiri dari 9 orang yang diketuai Anwar Usman berpendapat, meskipun pemohon adalah pasangan calon bupati dan wakil Bupati dalam pilkada kabupaten Biak Numfor tahun 2018, namun pemohon tidak memenuhi ketentuan pengajuan permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 UU 10/2016 dan Pasal 7 PMK 5/2017, sehingga Pemohon tidak memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan permohonan.


"Berdasarkan penilaian atas fakta dan hukum sebagaimana diuraikan di atas, Mahkamah berkesimpulan menolak gugatan pemohon," ujar Ketua Anwar Usman seraya mengetuk palu.

Dibaca 35 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.