Warga Yapen Tak Mau Pembangunan Dermaga Perintis Dipindahkan | Pasific Pos.com

| 18 November, 2018 |

Boy Markus Dawir dan salah satu masyarakat adat kampung Warironi, distrik Teluk Ampimoi, Agus Taran di ruang pertemuan Komisi IV DPR Papua  (foto Tiara/Pasific Pos). Boy Markus Dawir dan salah satu masyarakat adat kampung Warironi, distrik Teluk Ampimoi, Agus Taran di ruang pertemuan Komisi IV DPR Papua (foto Tiara/Pasific Pos).

Warga Yapen Tak Mau Pembangunan Dermaga Perintis Dipindahkan

Lintas Daerah Written by  Kamis, 09 Agustus 2018 21:03 1
Rate this item
(0 votes)

 

Jayapura : Masyarakat adat Kampung Warironi, Distrik Teluk Ampimoi, Kabupaten Kepulauan Yapen mengadu ke DPR Papua dalam hal ini Komisi IV DPR Papua bidang Infrastruktur, terkait surat Bupati Kepulauan Yapen yang ingin memindahkan pembangunan dermaga perintis ke Distrik Yapen Timur.

Namun masyarakat setempat sepakat menolak dengan keras atas pemindahan pembangunan dermaga pelabuhan itu.


Terkait dengan itu, salah satu tokoh adat masyarakat Warironi Distrik Teluk Ampimoi, Kabupaten Kepuluan Yapen, Agus Taran menemui anggota Komisi IV DPR Papua, Boy M Dawiruntuk mengadukan permasalahan itu, lantaran ada surat Bupati Kepulauan Yapen kepada Gubernur Papua yang meminta pengalihan pembangunan dermaga perintis itu ke tempat lain.


"Ada surat bupati yang membatalkan pembangunan dermaga perintis di Kampung Warironi dan dialihkan ke kampung lain, sehingga kami menemui anggota DPR Papua untuk memperjuangkan hal ini,“ kata Agus Taran kepada Wartawan di ruang pertenuan Komisi IV DPR Papua, Kamis (9/8/18).


Dijelaskannya, masyarakat tak mau pembangunan dermaga kapal perintis itu dipindahkan, karena pihaknya tak mungkin menggunakan jalan darat saat akan ke kota lantaran biayanya lebih mahal, mencapai Rp 1,5 juta untuk carter mobil.


Padahal lanjut Agus Taran, rencana pembangunan dermaga perintis itu sudah dilakukan sejak tahun 2014, bahkan masyarakat secara sukarela telah menyerahkan tanahnya. Apalagi, pembangunan dermaga perintis itu, merupakan janji dari mantan Gubernur Papua, Lukas Enembe saat berkunjung ke daerah itu beberapa waktu lalu.


"Sudah tak ada gangguan karena saya sudah menyerahkan tempatnya dan Dinas Perhubungan provinsi sudah melihat lokasi. Tinggal pelaksanan pembangunannya saja," ucapnya.


Menanggapi hal itu, Anggota DPR Papua daerah pemilihan Kepulauan Yapen, Boy Markus Dawir atau yang disingkat BMD mengatakan, pembangunan dermaga itu dananya dari APBD Provinsi Papua dan dari sisi pelaksanaan kegiatan itu pada APBD tahun 2015, sudah ditenderkan perencanaan pembangunannya, sehingga tidak bisa mundur lagi.


Terkait soal surat Bupati Kepulauan Yapen untuk memindahkan pembangunan dermaga perintis itu, Legislator dari Partai Demokrat ini mengatakan, jika pihaknya akan berkoordinasi dengan Gubernur Papua dan Dinas Perhubungan Provinsi Papua untuk diagendakan pada tahun 2019.


"Nah, ini ada ruang yang tidak bisa yang lain bisa masuk di rumah orang lain itu. Dan, ini ruangnya gubernur dan janji gubernur juga untuk masyarakat di Distrik Teluk Ampimoi, sehingga aspirasi rakyat itu, gubernur sudah jawab, jadi tidak bisa mundur sejengkal untuk tidak laksanakan itu, karena itu janji gubernur kepada rakyat,“ tandas BMD.


Apalagi, ungkap BMD, rakyat sendiri telah menyerahkan lahan kepada pemerintah, sehingga jangan sampai mengecewakan rakyat dan apa yang disepakati pembangunan dermaga perintis itu tinggal ditindaklanjuti dimana saat ini sudah proses pelelangan, sehingga tidak bisa dibatalkan.


Untuk itu, BMD sebagai anggota DPR Papua dari daerah pemilihan Kepulauan Yapen sudah pasti memperjuangkan aspirasi rakyat tersebut, sedangkan permintaan bupati itu akan diupayakan pada tahun 2019 untuk diakomodir.


Yang jelas tambahnya, dermaga perintis di Kampung Warironi sudah dilelang pekerjaan fisiknya, jadi tidak bisa mundur. Sehingga aspirasi masyarakat itu kita terima di Komisi IV DPR Papua dan kita pastikan bahwa pelabuhan rakyat Ampimoi tahun anggaran 2018 tetap dilaksanakan, dan tidak akan mundur.


"Jadi masyarakat tidak usah khawatir, pelabuhan rakyat itu kita bangun dan selesaikan,“ pungkasnya. (TIARA)

Read 347 times

1 comment

  • Comment Link Gerits 1/ 10/ 2018 posted by Gerits

    Kalau suda di tetapkan tempatnya kenapa mau di pindahkan.

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.