Gubernur Dipertanyakan Dana Kampung di Papua | Pasific Pos.com

| 16 August, 2018 |

 Penjagat Gubernur Papua, Soedarmo. Penjagat Gubernur Papua, Soedarmo.

Gubernur Dipertanyakan Dana Kampung di Papua

Info Papua Penulis  Selasa, 07 Agustus 2018 18:32 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

JAYAPURA,- Penjagat Gubernur, Soedarmo, mempertanyakan anggaran kampung di Provinsi Papua. Menurutnya, anggaran sudah diberikan cukup besar ke kampung-kampung, tapi hasilnya tidak ada. Tidak tau danannya lari kemana," Ungkap Soedarmo kepada wartawan, di Jayapura, Selasa (7/8/2018).

Gubernur menilai, kemungkinan besar harus disiasati bagaimana kedepan anggaran kampung tersebut tidak diberikan secara keseluruhan ke kepala kampung, tapi gunakan untuk membelikan sesuatu yang bisa meningkatkan gizi masyarakat di daerah.


"Mungkin kita belikan susu supaya anak-anak bisa tumbuh sehat, atau belikan ikan asar (asap) agar kebutuhan protein masyarakat terpenuhi, khususnya di wilayah pegunungan," ujarnya.


Lanjutnya, kedepan harus ada upaya untuk mensiasati agar dana-dana yang diberikan kepada setiap kampung di Papua bisa berguna dan bermanfaat bagi masyarakat.


"Jika nantinya cara ini bertabrakan dengan undang-undang, khususnya masalah penggunaan dana desa kita harus membuat surat pengajuan ke kementerian desa agar ada kekhususan untuk Papua dalam hal penggunaan dana desa,"terangnya.


dikatakan, bagaimana anak-anak Papua pendidikannya bisa maju kalau gizinya tidak terpenuhi, sementara pendidikan dan kesehatan harus sejalan. "Bagaimana membuat sehat, tentu harus didukung dengan kebijakan lain," katanya.


Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJP) Provinsi Papua, Syarwan mengatakan penyaluran dana desa untuk Papua (2017) tidak terserap secara baik, pasalnya ada sekitar Rp1 triliun lebih yang tidak terserap.


"2017 dana desa dibagi dua tahap, sedangkan di 2018 dibagi dalam tiga tahap. Oleh karena itu, kami minta kepala-kepala desa di Papua bisa memanfaatkan dana desa dengan baik untuk pembangun di daerahnya," kata Syarwan.

Dibaca 30 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.