Provokator Mengatasnamakan Aparat, Itu Separatis | Pasific Pos.com

| 20 August, 2019 |

Provokator Mengatasnamakan Aparat, Itu Separatis

Index Headline Penulis  Senin, 02 Februari 2015 14:56 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

“Pangdam Harus Bertanggungjawab Atas Perlakuan Anggotanya”

Jayapura,- Anggota Komisi I DPR Papua Bidang Pemerintahan, Hukum dan HAM, Ruben Magai, S. IP mengatakan, sekarang ini banyak bermunculan istilah-istilah baru yang dipakai oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab yang sengaja ditujukan untuk orang Papua. Seperti Kelompok Kriminal Bersenjata (SKB) kemudian juga Kelompok Sipil Bersenjata (KSP).
“Selama lima tahun  saya menjadi anggota DPR Papua di Komisi I bidang Pemerintahan, Hukum dan HAM.  Saya selalu berbicara dengan tegas mulai terbentuknya Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang di bentuk oleh masyarakat Papua. Tapi sekarang banyak bermunculan istilah-istilah baru yang sengaja di ciptakan oleh oknum-oknum yang ingin menghancurkan negeri ini. Ada KKB lah, ada KSP lah.  Dari mana semua istilah-istilah itu, “ kata Ruben Magai kepada Pasific Pos, Sabtu di Jayapura (31/1).
Menurutnya, dengan adanya istilah-istilah itu bermunculan sehingga itu menandakan sudah jelas terlihat bahwa kelompok-kelompok ini sedang di persiapkan oleh pihak tertentu yang telah memberi mereka nama.
“Karena kalau bicara OPM,  Papua sekarang orang berbicara di tingkatan intelektual kepada Negara bukan mereka jalan tembak orang sana sini.  Apapun yang kita sembunyikan tetap akan tercium baunya. Dengan adanya kejadian siapa yang menjual amunisi dan lain sebagaianya, maka kelompok itulah yang berbahaya bagi negara karena dia sudah memperalat negara dan mereke juga yang merong-rong negara ini. Karena sudah jelas-jelas yang lakukan itu adalah oknum-oknum dari TNI. Jadi mereka-mereka itu adalah penghianat bangsa, “ tandas Ruben.
Lanjut Ruben, kalau kita mau bicara soal Papua merdeka untuk sekarang ini, sebaiknya kita berbicara mengenai diplomasi  secara intelektual bukan berbicara mengenai tembak sana-sini. OPM memang penuh dengan kekerasan.
“Itu kita lihat dari OPM di masa lalu, namun yang sekarang dengan adanya pemberian nama-nama kelompok itu,  ini jelas terlihat dari orang-orang yang membina itu yang memberikan istilah-istila itu.  Tapi kalau OPM ya, tetap OPM yang berbicara mengenai idiologi mereka.  Sudah berapa lama kalian mencari rezeki di atas tanah ini dengan cara-cara yang tidak betul, “ ketusnya.
Ruben Magai menegaskan, provokator  yang selalu mencari makan di atas tanah Papua ini dan juga mengatas namakan sebagai aparat atau siapapun,  itu adalah separatis yang sudah merusak nama Negara.
“Saya meminta kepada Pangdam dana Kapolda tidak ada konsekuansi kepada siapapun yang sedang mencari makan di tanah ini.  Kalau mau berbicara dengan OPM itu harus inetelektual bukan jalan bunuh sana-sini, karena dunia ini semakin lama semakin kecil dan mau berapa lama kalian akan berlakukan cara-cara seperti ini, “ tegasnya.
Politisi Demokrat ini juga mempertanyakan, dari mana asal uang sebesar Rp 10 juta untuk membeli amunisi . Uang ini merupakan suatu skenario yang memang sudah disusun sehingga ada pembiayaan bagi anggota yang menjual amunisi.
“Dari kejadian ini, kita melihat adanya uanmg sebesar Rp. 10 juta. Lalu dari mana asalnya uang tersebut. Saya rasa ini sudah ada dalam scenario dan disusun secara rapi mengenai pembiayaan bagi anggota yang menjual amunisi dan juga bagi kelompok separatis yang membeli amunisi. Inilah yang menghambat pembangunan diatas Tanah ini dan strategi baku tipu terus saja terjadi,  “ tandas Ruben Magai.
Dikatakan, saya berfikir ini semua akan terungkap dengan jelas.  Karena kalau OPM itu mereka bertindak secara idiologis,  sedangkan kelompok yang lain-lain  yang sudah ditangkap ini, mereka semua hanyalah melakukan motif ekonomis.
“Jadi saya meminta untuk stop melakukan hal-hal yang tidak terhormat dan memalukan negara, karena semua ini akan di perlihatkan kepada dunia. Saya meminta agar semua otak dari pusat  yang di kirim ke Papua kemudian sampai pada di daerah-daerah dan kampung, segera di proses. Pemerintah pusat juga harus tegas menindak oknum anggota yang sudah terlibat. Karena semua yang bekerja diatas tanah ini tidak dengan hati. Jadi saya pikir Pangdam dan Kapolda segera bertangung jawab kepada negara atas perlakuan anggotanya, dan oknum-oknum itulah sebagai separatis dan penghkianat negara dari dalam, “ kata Ruben.
Menurut Ruben Magai, dari kejadian ini sudah jelas, dan terbukti polisi sudah mengungkap adanya keterlibatan oknum TNI AD yang sekarang di tahan di POM.   Inilah segala kegenapan dari orang Papua,  siapa yang selama ini membuat rakyat tidak damai dan tidak aman. 
“Jadi kalau dengan cara anda seperti ini silahkan anda pulang ke kampung dan bangun kebun di sana sendiri supaya orang Papua damai di sini.  Negara biayai kalian apa kurang cukup kah. Jadi kalau yang bikin kacau di Papua, sebaiknya tinggalkan Papua biar kami aman di atas tanah kami sendiri. Disamping itu  saya berharap agar oknum-oknum ini harus meminta maaf kepada rakyat Papua, “ tutupnya. (Tiara)

Dibaca 852 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.