Yuspina : Saya seperti tidak Percaya Anak Saya Bisa Lolos Seleksi Anggota Polisi | Pasific Pos.com

| 24 July, 2019 |

Yuspina : Saya seperti tidak Percaya Anak Saya Bisa Lolos Seleksi Anggota Polisi

Papua Barat Penulis  Sabtu, 04 Agustus 2018 15:21 0
Beri rating artikel ini
(0 voting)

Manokwari, TP – Sebagai seorang petani dan suami seorang nelayan, Yuspina Anderibu seolah tidak percaya jika anaknya berhasil dalam seleksi anggota Polri Tahun Anggaran 2018.  Karenanya, air matanya tidak bisa dibendung ketika dalam sidang penentuan akhir mendengar nama anaknya lolos seleksi anggota Polri dan dikirim untuk mengikuti pendidikan di Polda Papua.

Sembari mengucap syukur kepada Tuhan, dia mengaku selama mengikuti seleksi dia besama suaminya hanya bisa berdoa agar anaknya memperoleh hasil yang memuaskan. Sebab, hanya itu yang bisa dilakukannya bersama sang suami agar anaknya memperoleh hasil terbaik.

“Karena itu, yang pertama sekali adalah syukur dan terima kasih kepada Tuhan. Sebab bukan kebolehan saya dan suami sebagai orang tua, dan kebolehan dari anak saya tapi semua ini karena anugerah Tuhan,” ucapnya kepada Tabura Pos usai mengikuti Sidang Penentuan Akhir Penerimaan Anggota Polri Panitia Daerah Polda Papua Barat Tahun Anggaran 2018 di Gedung PKK Papua Barat, Jumat (3/8).

Bagi dia, selain Tuhan, kelolosan anaknya sebagai calon anggota Polri juga karena panitia penerimaan di Polda Papua Barat bekerja melaksanakan seleksi dengan baik. Dirinya mengaku tidak bisa berbuat  apa-apa selain ucapan terima kasih kepada Kapolda Papua Barat dan jajarannya yang telah bekerja dengan baik selama ini.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia, Kapolda Papua Barat, dan semua jajaran yang ada Provinsi Papua Barat atas semua pelaksanaan yang sudah terjadi hingga saat ini hingga saya mendengar anak saya bisa lolos. Terima kasih,” ucapnya.

Menurutnya, selain sebagai petani, untuk membantu suaminya mencari nafkah, dirinya setiap hari juga berjualan di pasar yang ada di Kota Manokwari. Jika tidak sempat berjualan ke pasar, dia berjualan pinang di depan rumahnya.

“Kalau ayahnya nelayan,” ujarnya.

Dia mengaku bangga karena perjuangannya bersama suami dan anaknya tidak sia-sia. Anaknya, Yames Ronsae bisa diterima sebagai calon anggota Polri dari Polda Papua Barat.

Meski sudah diterima sebagai calon anggota Polri, bagi dia perjuangan belum berakhir. Anaknya masih harus mengikuti pendidikan lagi selama beberapa bulan ke depan di Kota Jayapura, Polda Papua. Oleh karena itu, dia mengharapkan anaknya bisa terus bersemangat dan tekun dalam mengikuti pendidikan hingga dilantik sebagai anggota Polri.

“Dari sini bukan hanya berakhir tapi masih ada lagi. Semoga membawa dan menjaga nama baik Polda Papua Barat, keluarga, terutama terus memuliakan nama Tuhan,” pungkasnya.

Ucapan syukur juga disampaikan salah satu orangtua calon anggota Polri dari Polda Papua Barat, Simon Rumbiak.

Dia juga bangga karena anaknya, Patrik Rumbiak bisa mengikuti semua tahapan seleksi dengan baik.

“Kami selaku orangtua hanya bisa memberikan dukungan baik dukungan moril seperti nasihat maupun dukungan materi agar dia bisa berhasil,” ujarnya.

Bagi dia, uang bukan persoalan karena bisa dicari, asalkan anaknya bisa berhasil mencapai impiannya sebagai anggota Polri. Sebagai orangtua, dirinya mendukung langkah anaknya mengikuti seleksi sejak awal hingga berakhir.

“Kami berterima kasih kepada seluruh panitia yang selama tahapan seleksi memberikan bimbingan dan pandangan-pandangan yang baik kepada anak kami, sehingga mengikuti tahapan seleksi dengan baik dan pada akhirnya berhasil,” ucapnya.

Menurutnya, menjadi anggota Polri adalah cita-cita anaknya sendiri, tidak ada paksaan dari orangtuanya. Karena itu, kelak setelah dilantik sebagai anggota Polri harus menunjukkan dedikasi yang baik dan loyal pada institusi Polri.

“Sekarang dia harus mengikuti pendidikan dengan baik di SPN dan setelah berhasil mengikuti pendidikan kembali mengabdi bagi bangsa dan negara, dan memberikan kebanggaan bagi keluarga dengan prestasi dan perilaku yang baik,” katanya.

Selama pendidikan, tambahnya, anaknya harus mengikuti semua aturan dan nasihat instruktur agar bisa berhasil dengan baik. “Hanya itu harapan kami sebagai orangtua,” tukasnya. (CR44) 

Dibaca 300 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.

INDEX