Legislator Geram Kasus Pelanggaran HAM di Papua Tak Kunjung Selesai | Pasific Pos.com

| 21 October, 2018 |

Ruben Magai. Ruben Magai.

Legislator Geram Kasus Pelanggaran HAM di Papua Tak Kunjung Selesai

Headline Penulis  Minggu, 22 Juli 2018 21:04 font size decrease font size increase font size 0
Beri rating artikel ini
(1 Voting)

Ruben : Jangan Menyembunyikan Persoalan

 

Jayapura, - Ketua Komisi I DPR Papua, Ruben Magai yang membidangi Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM mengungkapkan, minggu lalu pihaknya bertemu dengan Komnas HAM RI guna membahas masalah HAM di Papua.

Dimana pertemuan kedua kata legislator Papua ini, pihaknya membahas masalah penyelesaian kasus yang sudah diidentivikasi dan ditetapkan sebagai kasus pelanggaran HAM berat.


Selain itu lanjut Ruben Magai, ada kasus yang sedang didentivikasi seperti Paniai. Di mana ada dua lembaga yang dianggap sebagai pelaku, antara TNI/Polri yang terjadi kasus penembakan 8 Desember 2014 silam di Enarotali.


"Saat itu, ada ungkapan dari Komnas HAM bahwa persoalan di sana itu dipihak yang lain belum dimintai keterangan, BAP nya belum. Artinya, masalah Paniai itu belum mendapat masukan dari kedua pihak yang diidentivikasi sebagai pelaku," kata Ruben Magai kepada Pasific Pos ketika ditemui di ruang kerjanya, pada akhir pekan kemarin.


Bahkan ungkap Ruben, pimpinan TNI/Polri itu tidak mempersilahkan anggota yang diindikasi pada saat mereka bertugas di sana, untuk memberikan keterangan.


Sehingga Ruben Magai menganggap proses Paniai sama sekali belum apa-apa, dan sampai hari ini tidak ada kejelasan dari pihak TNI/Polri.


"Kasus Paniai saja sampai hari ini belum diproses dan tidak ada kejelasan dari TNI/Polri. Jangan menyembunyikan persoalan," tekannya.


Bahkan, ia menduga kedua institusi tersebut telah menyembunyikan persoalan


"Kalau satu pihak tidak diberikan keterangan dan komandannya belum mengijinkan untuk dipersilahkan memberikan keterangan, itu artinya sedang menyembunyikan persoalan," tandas Ruben.


Untuk itu, pihaknya mempertanyakan kapan kasus Pania dapat diselesaikan jika prajuritnya dilarang untuk memberikan keterangan, sesuai pengakuan dari Komas HAM.


"Kapan selesainya kalau sudah seperti ini? Padahal masalah Pania ini diberitakan sudah diidentivikasi tapi setelah itu belum, itu tadi pengakuan dari Komnas HAM," ucapnya.


Apalagi, lanjut Ruben, masalah Papua saat ini banyak hal atau kasus di beberapa tempat yang sudah dinyatakan sebagai pelanggaran HAM berat sampai dengan penegakkannya.


Sementara kata Ruben, Kejaksaan Agung dan Komnas HAM itu selalu bertolak belakang, sehingga banyak kasus yang belum selesai.


"Ini yang berbahaya, sehingga saya pikir kondisi ini memperlihatkan pemerintah tidak serius dalam menyelesaikan sebuah persoalan, tapi tiap hari malah menambah persoalan," keselnya.


Padahal kata Ruben Magai, Presiden Jokowi sebagai presiden sipil yang naik, juga tidak berdaya hari ini, meski ia telah berjanji akan mengusut tuntas kasus Paniai.


"Kasus Papua ini kan hanya satu yang diselesaikan. Tapi ini kelihatan sekali bahwa setiap anggota TNI/Polri yang menembak masyarakat itu naik pangkat termasuk pembunuh Theys," ketus Ruben Magai. (TIARA)

Dibaca 293 kali

Tinggalkan Komentar

Yang bertanda bintang (*) wajib diisi. Kode HTML tidak diijinkan.